tirto.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperpanjang masa penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) enam bulan setelah jatuh tempo pada Maret 2026.
Menurut Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, perpanjangan masa penempatan dana ini akan membuat stabilitas likuiditas di perbankan terjaga.
“Karena hal ini adalah hal yang sangat positif. Dengan perpanjangan SAL yang ada ini, maka kami jadi semakin yakin bahwa stabilitas likuiditas dari perbankan kita pun akan sangat terjaga,” jelasnya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BRI Triwulan IV 2025 secara daring, Kamis (26/2/2026).
Dengan terjaganya stabilitas likuiditas perbankan, transmisi kebijakan fiskal ke sektor riil juga akan makin terjaga.
“Jadi, kami sangat gembira sekali karena kemarin memang ada informasi dari Kementerian Keuangan bahwa untuk penempatan dana pemerintah SAL yang akan jatuh tempo kalau di BRI itu di tanggal 13 Maret 2026 ini akan diperpanjang,” tambahnya.
Sementara itu, dari total dana SAL Rp200 triliun, BRI mendapatkan penempatan sebesar Rp55 triliun pada September lalu. Kemudian, perseroan mendapatkan tambahan, sehingga total penempatan dana pemerintah di BRI menjadi Rp80 triliun.
Dari seluruh dana SAL tersebut, BRI sudah menyalurkan kredit kepada para debitur di berbagai segmen.
Dari sisi sektor, kredit sudah disalurkan BRI ke seluruh sektor industri, mulai dari perdagangan besar maupun eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, dan juga beberapa sektor lain yang mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
“Mulai dari mikro, SMI, konsumer, dan sedikit korporasi. Tapi untuk BRI, kredit yang disalurkan ini mayoritas adalah ke sektor mikro. Itu hampir mencapai 50 persen,” beber Farida.
Karenanya, dengan perpanjangan masa penempatan dana ini, BRI optimistis pertumbuhan kredit perbankan akan makin meningkat. Namun, sejalan dengan kebijakan ini, pemerintah juga diharapkan bisa memperbaiki sisi permintaan, karena hal ini lah yang akan menjadi kunci tumbuhnya kredit bank ke depan.
“Selain itu juga, kredit perbankan itu perlu kita cermati juga, bahwa ini sangat ditentukan oleh kualitas dari permintaan atau suplainya. Dan kesiapan dari sektor riilnya itu sendiri. Jadi, ada dua pihak. Dan stimulus likuiditas ini, ini adalah yang terkait dengan sisi suplainya,” tutup Farida.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































