Menuju konten utama

BNPB: Sumber Air Jauh & Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla

Penanganan karhutla dilakukan melalui Satgas Darat, Satgas Udara, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

BNPB: Sumber Air Jauh & Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla
Konferensi pers update penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, Rabu (02/08/26). tirto.id/Putri Az zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sumber air jauh hingga asap tebal menghambat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan karhutla dilakukan melalui Satgas Darat, Satgas Udara, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Kendala utama di lapangan antara lain adalah akses menuju lokasi yang sulit. Jauhnya sumber air, lahan yang luas, serta angin dan kondisi asap yang menghambat pemadaman,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers Update Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia, Rabu (2/8/2026).

Di Kalimantan Barat, terdapat 31 titik api dengan luas terbakar lebih dari 511 hektare per 1 September 2026 dan lebih dari 135 hektare berhasil dipadamkan. Kualitas udara tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer. Satgas Darat dikerahkan sebanyak 14.563 orang. Empat helikopter water bombing menjatuhkan 408.000 liter air dan berhasil memadamkan enam hektare.

Di Kalimantan Tengah, ditemukan 50 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 77 hektare dan lebih dari 48 hektare berhasil dipadamkan. Kualitas udara sangat tidak sehat dengan jarak pandang 3 kilometer. OMC dilakukan dengan menyebarkan 800 kilogram garam, tetapi tidak menghasilkan hujan karena pertumbuhan awan sangat rendah. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka.

Di Kalimantan Selatan, terdapat 29 titik api dengan luas lahan terbakar 348 hektare dan lebih dari 80 hektare berhasil dipadamkan. Lima helikopter water bombing menjatuhkan 1.212.000 liter air dan berhasil memadamkan 58 hektare.

Di Riau, terdapat 19 titik api dengan luas terbakar 98 hektare dan 19,5 hektare berhasil dipadamkan. OMC dengan menyemaikan 3.000 kilogram garam menghasilkan hujan ringan sampai sedang di Bengkalis, Siak, dan Pekanbaru.

“Secara umum penanganan karhutla di Provinsi Riau terkendali. Namun demikian masih terdapat lahan yang masih terbakar 93 hektare lebih,” kata Berton.

Di Jambi, ditemukan tujuh titik api dengan luas lahan terbakar 12 hektare dan luas lahan yang dipadamkan 18 hektare. Kualitas udara tidak sehat dengan jarak pandang tujuh kilometer. Water bombing dilakukan dengan tiga armada dan 240 ribu liter air. OMC dengan menyebarkan 2.000 kilogram garam menghasilkan hujan ringan di Kerinci, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, dan Bungo.

Sementara di Sumatra Selatan, terdapat 21 titik api dengan luas lahan terbakar 92,5 hektare dan lebih dari 24 hektare berhasil dipadamkan. Kualitas udara sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 3 kilometer. Daerah yang diprioritaskan adalah Kabupaten Ogan-Kemuring-Ilir karena masih terdapat lahan yang belum sepenuhnya padam dan beberapa titik asap.

Wilayah Nonprioritas

Di Lampung, per 1 September BNPB tidak menemukan lagi titik api. Luas lahan yang terbakar secara kumulatif lebih dari 1.715 hektare dan seluruhnya sudah berhasil dipadamkan. Di Waykambas, selama tiga hari berturut-turut tidak ada lagi titik api. OMC masih dilakukan dan pada 2 September 2026 diberhentikan berdasarkan rekomendasi BMKG. Satwa yang dijaga seperti gajah disebut aman dan tidak terdampak karhutla.

Di Kalimantan Utara, terdapat lima titik api dengan luas lahan terbakar sembilan hektare dan berhasil dipadamkan sebesar sembilan hektare. Titik tersebut ditemukan di Kabupaten Bulungan.

Di Kalimantan Timur, terdapat titik api dengan luas lahan terbakar 50 hektare dan berhasil dipadamkan sebesar 50 hektare. Penanganan karhutla terdapat di lima titik, yaitu Kalimantan Berau empat titik dengan lahan terbakar enam hektare dan Kabupaten Pasir satu titik dengan lahan terbakar tiga hektare. BNPB juga melakukan koordinasi dengan otoritas IKN terkait potensi kebakaran di sana.

Sementara di Papua Barat, patroli dilakukan menggunakan satu unit dan water bombing tiga unit. Sebanyak 426 ribu liter air dijatuhkan dengan luas lahan yang dipadamkan 12 hektare. Kondisi karhutla di sekitar wilayah KKKS PB Berau per 1 September secara umum terkendali, meskipun potensi munculnya hotspot baru masih perlu diwaspadai.

BNPB menyebut polutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sangat tebal. Berdasarkan prediksi sebaran polutan yang diperoleh dari BMKG, kondisi pada 3 September 2026 diperkirakan lebih menyebar dibandingkan hari sebelumnya.

“Besok, tanggal 3 September 2026, prediksi BMKG juga ini lebih lagi daripada hari ini, di Kalimantan khususnya sangat menyebar titik polutan tersebut di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan,” pungkas Berton.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama