BNPB Minta Masyarakat Lakukan Mitigasi Bencana di Tempat Berlibur

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 31 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Wisnu meminta masyarakat memilih kamar hotel yang aman agar terhindar dari bencana tsunami.
tirto.id - Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja meminta masyarakat melakukan mitigasi bencana dengan cara mencari informasi terkait lokasi mereka berlibur atau mudik Lebaran 2019 agar bisa menjadi lebih waspada.

"Gunung api saat ini tidak ada yang berada dalam posisi, awas, tapi walaupun tidak ada yang berada dalam posisi awas, kita tetap tidak boleh memasuki radius yang telah ditetapkan oleh badan geolog," kata Wisnu saat ditemui di Gedung BNPB, Jakarta Timur, pada Jumat (31/5/2019).

Namun, Wisnu juga mengingatkan agar jangan terlalu takut. Dengan mengetahui apa ancaman yang ada, serta cara menghadapinya, kata Wisnu, maka liburan atau pulang kampung yang dilakukan pada momen liburan puasa bisa lebih terencana.

"Jangan juga terlalu takut, nikmati saja," ujarnya.

Wisnu mencontohkan, saat melakukan rencana untuk wilayah yang rawan tsunami, maka bisa memilih lokasi untuk menginap di lantai pada bagian atas, mulai lantai 3 hingga 5 ke atas.

"Mendingan jangan mau Anda ditempatkan di lantai dasar karena yang biasanya banyak korban saat tsunami terjadi yang berada di lantai dasar," kata Wisnu.

"Maka carilah lantai yang tinggi," tambahnya.

Namun saat melangsungkan liburan di lokasi yang tidak rawan tsunami, seperti di pesisir utara Pulau Jawa, maka tidak perlu khawatir kedatangan tsunami.

"Tetapi sebaliknya jika Anda berlibur pantai utara di Jawa, ya enggak perlu ditakutkan tsunami," ujarnya.

Saat di lokasi rawan tsunami, Wisnu meminta masyarakat untuk memahami gempa.

"Seberapa lama sebuah gempa berlangsung di wilayah yang rawan akan tsunami. Semisal saat gempa berlangsung, coba cek, jika sampai 20 detik masih berlangsung, ambil early action," jelasnya.


Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight