Menuju konten utama
Gempa Rusia M8,7

BNPB Imbau Tak Dekati Pantai Hingga 3 Jam Usai Gelombang Pertama

BNPB menyatakan bahwa potensi tsunami lintas samudera dapat menghadirkan gelombang berulang dalam rentang waktu yang cukup lama.

BNPB Imbau Tak Dekati Pantai Hingga 3 Jam Usai Gelombang Pertama
keterangan pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kapusdatinkom BNPB), Abdul Muhari, PhD. terkait update kondisi bencana hidrometeorologi basah. youtube/ BNPB Indonesia

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap menjauhi pantai hingga tiga jam setelah gelombang pertama dan estimasi yang telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini menyusul gempa bermagnitudo 8,7 yang terjadi di wilayah pesisir Timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa potensi tsunami lintas samudera dapat menghadirkan gelombang berulang dalam rentang waktu yang cukup lama. Gelombang pertama, katanya, biasanya tak menjadi yang terbesar.

“Karena untuk tsunami, terutama tsunami yang melintasi samudera, itu gelombang pertama tidak harus yang terbesar. Biasanya gelombang terbesarnya datang itu pada gelombang ketiga, gelombang keempat, gelombang kelima,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring Rabu (30/7/2025).

Menurutnya, jeda antar gelombang bisa berlangsung antara satu hingga tiga jam sehingga masyarakat diminta tidak buru-buru kembali ke pantai setelah gelombang pertama lewat

Abdul juga menyoroti kondisi geografis wilayah pesisir Indonesia bagian timur, terutama formasi teluk seperti di Teluk Youteva, Papua. Menurutnya, gelombang yang terlihat kecil di permukaan laut bisa meningkat drastis saat masuk ke teluk dan menyebabkan kerusakan lebih besar.

“Ini yang menjadi perhatian kita supaya ini bisa benar-benar dikosongkan terlebih dahulu pada waktu-waktu yang sudah disampaikan oleh Pak Daryono [Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG]dan setelah jeda waktu setelah gelombang pertama itu datang,” tuturnya.

Sebelumnya, BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut berpotensi memicu tsunami, termasuk di beberapa wilayah Indonesia. Hasil analisis menunjukkan potensi tsunami dengan status waspada di wilayah Indonesia, yakni dengan perkiraan ketinggian kurang dari 0,5 meter.

Wilayah-wilayah yang berstatus waspada antara lain Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong Bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Adapun estimasi waktu kedatangan tsunami (ETA) di wilayah-wilayah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Talaud (ETA 14:52:24 WITA);

2. Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA);

3. Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT);

4. Manokwari (ETA 16:08:54 WIT);

5. Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT);

6. Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT);

7. Supiori (ETA 16:21:54 WIT);

8. Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT);

9. Jayapura (ETA 16:30:24 WIT);

10. Sarmi (ETA 16:30:24 WIT).

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher