tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengatur bahan baku dan pola konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan guna menjaga kestabilan harga pangan. Langkah preventif yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan lintas sektor, salah satunya Kementerian Pertanian.
“Tadi saya koordinasi juga dengan Pak Menteri Pertanian,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana kepada para wartawan saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin (2/1/2026).
“Jadi, bahan-bahan apa yang harus kami alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil,” lanjutnya.
Nantinya, BGN mengatur pola konsumsi dan bahan baku apa yang akan digunakan untuk MBG saat Ramadhan. “Kami bisa mulai mengatur bahan apa yang harus kami anjurkan untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Di sisi lain, Dadan juga menyebut BGN telah mengeluarkan dana hingga Rp19,5 triliun pada Januari 2026 untuk program MBG.
Dana itu disebutnya terbukti berhasil menggerakkan roda ekonomi, dengan meningkatnya kebutuhan berbagai bahan baku makanan maupun komoditas lainnya yang terkait.
“Sebagai contohnya ya, ternyata entrepreneur atau wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, pengusaha sabun bisa diuntungkan oleh program MBG karena tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun per harinya.
“Jadi, banyak sekali para usahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun sekarang diuntungkan dengan program ini,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























