Menuju konten utama

Bersama Astra, Kampung Cidadap Berdaya dan Lingkungannya Lestari

Dengan dukungan dari Astra, KBA Cidadap dapat bertransformasi menjadi desa yang berdaya secara ekonomi dan lingkungan.  

Bersama Astra, Kampung Cidadap Berdaya dan Lingkungannya Lestari
Workshop Lingkungan Astra 2025 di KBA Cidadap, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (21/11/2025). tirto.id/Natania Longdong.

tirto.id - PT Astra International Tbk (Astra) menyelenggarakan "Workshop Lingkungan Astra 2025" di Kampung Berseri Astra (KBA) Cidadap, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (21/11/2025.

Agenda tahunan ke-16 tersebut menjadi bagian dari kontribusi Astra dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian bumi dan lingkungan.

Menurut Head of Media Relations Astra, Regina Panontongan, KBA Cidadap menjadi salah satu kampung binaan Astra dalam beberapa tahun terakhir. Pembinaan Astra berfokus pada pengembangkan sumber daya alam, lingkungan sosial, pendidikan, dan lain sebagainya.

"Untuk mewujudkan kontribusi positif yang bermanfaat luas, tentunya bagi masyarakat di sekitarnya, Astra sendiri menjalankan kontribusi sosial tentunya sudah sejak lama," kata Regina saat menyampaikan sambutan dalam Workshop Lingkungan Astra 2025 di Cidadap.

Rekam jejak Astra dalam kontribusi sosial terbilang masif dan berkelanjutan. Program-program yang tercetuskan mengacu pada empat pilar utama Astra di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

"Dari keempat pilar tersebut tentunya implementasinya banyak melalui berbagai program-program keunggulan Astra. Contohnya, adalah Satu Indonesia Awards, kemudian Desa Sejahtera Astra dan juga Kampung Berseri Astra," ujar Regina.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Astra pun melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dan tergabung dalam komunitas Astra. Perusahaan juga sudah berkolaborasi dengan lebih dari 1500 desa di 35 provinsi Indonesia.

Sementara itu, penggerak Kampung Berseri Astra Cidadap, Deden Syarif Hidayat, mengaku awalnya berminat terlibat dalam program tersebut karena melihat kerusakan lingkungan di desanya makin meluas saat banyak warga masih mengabaikan hal itu.

Di sisi lain, ia menilai Cidadap kaya potensi alam yang bisa dimanfaatkan buat peningkatan ekonomi jika lingkungannya lestari.

Kini Astra telah berhasil mengembangkan Cidadap sebagai wilayah yang berdaya saing baik dari segi lingkungan, wisata, pendidikan, maupun konservasi.

Menurut Deden, salah satu contoh potensi alam yang saat ini berhasil dikelola dengan baik adalah obyek wisata Stone Garden. Destinasi wisata ini tak hanya memiliki keindahan alam, tapi juga kekayaan geologis, sejarah, keragaman hayati, hingga cerita legenda.

Ratusan hingga ribuan wisatawan lokal maupun asing mengunjungi Stone Garden di setiap bulan. Ini bisa menghasilkan pemasukan rerata Rp25 juta per bulan.

"Di KBA Cidadak ini, memang kita ingin berupaya menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan cara kita, dengan cara kita itu adalah kita ingin mengembangkan desa kampung berbudaya lingkungan, tapi juga di situ ada semacam pengembangan yang lain, yaitu kalau kami ini kan ada khasnya, ada tebing-tebing, batu gamping gitu. Sehingga model edukasi wisata berbasis geologi, geowisata itu yang bakal kita tunjukkan," kata pria yang kerap disapa Kang Deden tersebut.

Dia menambahkan, ide untuk membangun desanya agar semakin berdaya secara ekonomi dengan lingkungan yang lestari bermula dari interaksinya dengan komunitas pecinta alam. Tak jarang, ada banyak pemuda dari berbagai komunitas memanjat tebing-tebing di sekitar Cidadap.

"Kami banyak diskusi, banyak risikonya terformulasikan, yang tadinya memang kesadaran saya melihat bahwa ini [ada] persoalan lingkungan di kawasan ekowisata ini, [tapi] seakan sudah menjadi budaya dan seakan tidak jadi kelihatan rusak," ujar dia.

Menurut Deden, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, masyarakat akan menganggap hal itu wajar. Padahal, pemicunya adalah tambang ilegal yang jika dibiarkan akan memicu kerusakan berlanjut.

"Itu pertambangan ilegal di kawasan lindung. Udah sama kawasan lindung, terus tidak ada izin juga. Nah itu yang jadi masalahnya," jelas dia.

Kondisi itu lantas mendorong Deden untuk terlibat ikut membenahi lingkungan di sekitar Cidadap.

"Proses [perbaikan kawasan] lama, [dibutuhkan] edukasi, sosialisasi, kemudian mengajak masyarakat untuk aksi langsung. Mendekatkan warga ke tebing. Merasakan manfaatnya tebing. Karena sumber mata air semakin berkurang, keanekaragaman hayati semakin musnah, [setelah] kerusakan lingkungan semakin menguat di situ," ujar dia.

"Kalau gunung ini habis [ditambang] nanti masyarakat mau makan apa? Nah itu yang tidak bisa dijawab [oleh penambang ilegal]. Dijawab dengan ancaman pembunuhan malah. Kita dikejar-kejar," tambahnya.

Pada akhirnya, usaha Deden bersama warga membuahkan hasil. Astra pun turut membantu memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat Cidadap, dari pengembangan sumber daya manusia hingga lingkungan dan potensi wisata.

"Kita tidak main-main, [tidak] hanya berbicara yang sifatnya teknis, tapi kita berbicara yang sifatnya visi masa depan generasi kita ke depan, termasuk edukasi dan pendidikan yang terus kemudian kita tingkatkan," kata Deden menegaskan.

Baca juga artikel terkait ASTRA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Natania Longdong
Editor: Addi M Idhom