Menuju konten utama
Idul Fitri 2022

Berapa Rakaat Shalat Idul Fitri, Rukun, dan Bacaan Niatnya?

Sholat Idul Fitri dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Rukun sholat Idul Fitri nyaris sama seperti sholat sunnah lainnya, kecuali tambahan takbir di rakaat 1 dan 2

Berapa Rakaat Shalat Idul Fitri, Rukun, dan Bacaan Niatnya?
Sejumlah jamaah melaksanakan shalat Idul Fitri di pelataran Masjid Raya Ganting, Padang, Sumatera Barat, Kamis (13/5/2021). Pelaksanaan shalat Id di masjid cagar budaya itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Padang terkait penyelenggaraan shalat Idul Fitri di masa pandemi. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.

tirto.id - Sholat Idul Fitri dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu salam. Meskipun pelaksanaannya nyaris sama seperti sholat sunah pada umumnya, namun terdapat satu rukun yang membedakannya dari ibadah sunah lainnya, yakni takbir tambahan pada rakaat pertama dan kedua. Berikut ini rukun dan bacaan niat sholat Idul Fitri lengkap dalam Islam.

Umat Islam Indonesia tidak lama lagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Menurut Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H, PP Muhammadiyah menetapkan bahwa Idul Fitri 1443 H akan jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022 M.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum mengumumkan tanggal jatuhnya Idul Fitri 1443 H. Kemenag masih menunggu hasil keputusan sidang isbat penentuan Idul Fitri 1443 H yang akan dilaksanakan pada Minggu, 1 Mei 2022 di Auditorium HM Rasjidi Kemenag.

Pada pagi hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk keluar rumah kecuali yang uzur untuk mendirikan salat Idul Fitri. Salat yang memiliki hukum sunah muakadah ini umumnya dikerjakan secara berjemaah oleh umat Islam. Meskipun sebenarnya salat Idul Fitri boleh ditunaikan sendirian (munfarid), jika seorang muslim memiliki uzur sehingga tertinggal pengerjaannya.

Pengerjaan salat Idul Fitri begitu dianjurkan, terlebih salat ini hanya dikerjakan sekali dalam setahun. Dalam sejarahnya, salat Idul Fitri disyariatkan sejak tahun kedua hijriah dan terus dilaksanakan oleh para sahabat setelahnya.

Waktu pengerjaan salat Idul Fitri ialah setelah terbitnya matahari hingga sebelum masuknya waktu zuhur. Meskipun demikian, salat Idul Fitri dianjurkan pengerjaannya diperlambat, tidak terlalu awal. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi mereka yang belum membayar zakat fitrah.

Niat Salat Idul Fitri Lengkap

Salah satu rukun dalam pendirian salat Idul Fitri ialah niat. Rukun ini sunah lafalkan melalui lisan, namun wajib dilafalkan dengan hati. Berikut ini beberapa bacaan niat salat Idul Fitri baik sebagai imam, makmun, atau sendirian:

1. Bacaan Niat Salat Idul Fitri sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini imaaman lillahi ta'aala

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

2. Bacaan Niat Salat Idul Fitri sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini makmuuman lillahi ta'aala

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

3. Bacaan Niat Salat Idul Fitri Sendirian (Munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini munfaridan lillahi taa'ala

Artinya: Saya berniat salat sunah Idul Fitri dua rakat sendirian karena Allah Ta'ala.

Rukun Salat Idul Fitri

Salat Idul Fitri memiliki rukun pelaksanaan yang hampir sama dengan salat sunah pada umumnya. Akan tetapi, terdapat satu rukun lain, yakni adanya takbir tambahan pada rakaat pertama dan rakaat kedua. Berikut ini tata cara dan rukun pengerjaan salat Idul Fitri:

1. Jemaah salat Idul Fitri umumnya disunahkan untuk memperbanyak menyerukan bacaan takbir, tahmid, dan tasbih seraya menunggu didirikannya salat tersebut.

2. Salat Idul Fitri yang akan dimulai ditandai dengan adanya bilal yang menyerukan bacaan, “ash-shalatu jami’ah (salat berjemaah akan segera didirikan)”. Salat Idul Fitri tidak didahului adanya azan maupun iqamah.

3. Membaca niat salat Idul Fitri sesuai dengan keadaan, apakah sebagai imam, makmum, atau sendirian.

4. Membaca takbiratul ihram seraya mengangkat kedua tangan

5. Membaca doa iftitah dilanjutkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali

Pada sela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

6. Membaca Surah Al Fatihah

Membaca Surah Al Fatihah sebagai salah satu rukun salat. Kemudian, disambung dengan bacaan Surah Qaf atau Al A’la.

7. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.

8. Setelah berdiri pada rakaat kedua, kemudian membaca takbir sebanyak 5 kali seperti rakaat pertama.

Pada sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

9. Membaca Surah Al Fatihah pada rakaat kedua dilanjutkan dengan bacaan surah pilihan seperti Surah Qamar atau Al Ghasiyyah.

10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

11. Setelah salat, mendengarkan khutbah Idul Fitri

Usai salat Idul Fitri, khatib membacakan khutbah hari raya dan jamaah sebaiknya mendengarkan dengan khusuk.

Baca juga artikel terkait SHOLAT IDUL FITRI atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Syamsul Dwi Maarif