Menuju konten utama

Beda Pendapat PBNU Minta Manfaatkan BoP, MUI Desak RI Mundur

Ketua Umum PBNU Yahya Staquf dan Wakil Ketua MUI Cholil Nafis menyampaikan pandangannya saat diundang Presiden Prabowo ke Istana Kepresidenan, Kamis (5/3).

Beda Pendapat PBNU Minta Manfaatkan BoP, MUI Desak RI Mundur
Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube White House)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis memberikan pandangan berbeda terkait posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP), ketika menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) sore.

Kehadiran para tokoh ulama dan pimpinan ormas Islam ke Istana dalam rangka memenuhi undangan silaturahmi dan buka puasa bersama Prabowo.

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan global yang mengkhawatirkan, PBNU meminta Indonesia memanfaatkan BoP tersebut untuk perdamaian.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan bahwa Indonesia harus mengupayakan perdamaian dengan instrumen apa pun yang tersedia, termasuk Board of Peace.

"Ya, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan," ujar Gus Yahya kepada awak media di Istana.

Menurutnya, segala potensi yang ada tidak boleh dibuang begitu saja karena kepentingan perdamaian bersifat absolut.

Yahya mengibaratkan upaya perdamaian seperti menggali lubang yang harus tetap dikerjakan meski hanya memiliki alat yang terbatas.

Terkait situasi global, Yahya menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan kekerasan secepatnya.

"Kita ndak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang. Berhenti! Berhenti, berhenti perang! Berhenti! Damai sekarang. Tidak ada alternatif lain," tegasnya.

Berbeda sikap, Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, tetap mendesak agar Indonesia keluar dari BoP karena organisasi itu dinilai tidak efektif.

"Saya kira soal BoP juga sama, kita minta ini tidak efektif ya keluar saja. Kemudian bagaimana bisa berperan Indonesia itu untuk masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing," kata Cholil kepada awak media di Istana.

Ia menambahkan, Indonesia harus tetap memposisikan diri sebagai aktor aktif dalam mendorong perdamaian di tengah kebuntuan sikap negara-negara yang terlibat konflik.

Ia menekankan perlunya langkah nyata tersebut karena menilai penggagas BoP tidak memiliki rekam jejak yang baik dalam mendukung perdamaian.

"Bagaimana bisa berperan aktif, ya bebas aktif Indonesia bisa mendorong perlawanan, memaksimalkan peran PBB, memaksimalkan peran OKI," ujar Cholil.

Baca juga artikel terkait BOARD OF PEACE atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto