Menuju konten utama

Basarnas: Sudah Tak Ada Daerah Terisolasi Imbas Bencana Sumatra

Basarnas sudah tidak menerima laporan terkait daerah yang masih terisolasi.

Basarnas: Sudah Tak Ada Daerah Terisolasi Imbas Bencana Sumatra
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/12/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, mengatakan sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi imbas banjir-tanah longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Syafi’i menastikan Basarnas sudah tidak menerima laporan terkait daerah yang masih terisolasi.

“Daerah terisolasi sebenarnya saat ini sudah terbuka (sudah tak ada yang terisolasi). Kalau misalkan ada berarti, kan, ada laporan, saat ini sudah tidak ada laporan tentang itu,” kata Syafi’i kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Dia menjelaskan sebetulnya tak ada wilayah yang benar-benar terisolasi. Menurutnya, ada atau tidaknya itu dibuktikan dari adanya laporan dari masyarakat yang masuk ke Basarnas.

“Ada atau tidak daerah yang terisolasi tentunya dari laporan. Kita ketergantungan dari laporan. Tapi bagi Badan SAR Nasional, tidak ada kata-kata daerah terisolasi, karena kita bisa menjangkau entah itu dengan pesawat maupun kita dengan sarana laut,” ucap Syafi’i.

Syafi’i menjelaskan sebuah daerah baru bisa dikatakan terisolasi apabila akses transportasi daratnya terputus. Dalam hal ini, biasanya daerah terisolasi mengalami putus listrik sehingga komunikasinya juga turut terputus.

“Yang terputus adalah transportasi darat, biasanya seperti itu daerah terisolasi. Sehingga kadang-kadang daerah terisolasi itu sarana darat tidak masuk, kemudian listrik padam, kemudian jaringan komunikasi terputus. Itu saja,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama