tirto.id - Sebanyak 213 kepala keluarga dari empat kampung (desa) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau terdampak banjir. Dilaporkan, genangan air terjadi di Kampung Sengkemang, Buantan II, Pangkalan Pisang, dan Rantau Panjang.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyampaikan ada beberapa faktor yang mengakibatkan luapan air di sejumlah titik pada empat kampung tersebut. Pertama, daerah aliran sungai (DAS) atau kanal di daerah yang sudah beralih fungsi. Bahkan, ditemukan pembukaan lahan di sebelah DAS.
"DAS itu tidak boleh beralih fungsi, ini semua fungsi DAS sudah berubah. Tadi saya lihat ada berkebun di pinggir DAS. Lalu, ketika air dari atas mengalir, sementara yang di bawah tidak siap, ini lah jadinya," kata Afni di Koto Gasib, Selasa (21/10/2025).
Saat meninjau langsung lokasi banjir, Afni melihat sejumlah ruas jalan dan ratusan pemukiman warga terendam. Tinggi genangan air diperkirakan sekitar 50 sentimeter. Dia mengakui tak menyangka debit air datang setelah hujan deras Minggu (19/10/2025) bersama dengan air pasang.
Afni sempat melihat DAS melalui drone di sepanjang DAS sudah banyak ditanami tanaman. Kemudian, juga terjadi pendangkalan. Oleh sebab itu, ketika sekat kanal milik perusahaan dibuka mengakibatkan terjadinya banjir dadakan.
"Tadi kita sudah lihat melalui drone memang di sepanjang aliran DAS itu sudah banyak ditanami tanaman yang tidak seharusnya ada di situ," kata dia.
Afni meminta, ke depan, baik pihak perusahaan, perangkat daerah, camat, dan perangkat kampung bisa saling berkoordinasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Afni juga memerintahkan perangkat daerah bersama TNI dan kepolisian bersinergi untuk membantu korban banjir.
"Langkah pendeknya lewat camat agar sementara masyarakat yang terdampak banjir kita evakuasi, diungsikan dahulu. Karena ditakutkan malam nanti terjadi hujan kembali, air semakin tinggi," lontarnya.
Masuk tirto.id































