Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Banda Aceh Zona Merah COVID-19, Museum Tsunami Ditutup Sementara

Museum tsunami Aceh tutup kembali untuk sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan usai lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran.

Banda Aceh Zona Merah COVID-19, Museum Tsunami Ditutup Sementara
Pekerjaa merawat taman bunga di perkarangan Museum Tsunami, Banda Aceh, Aceh, Senin (16/3/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa/nz.

tirto.id - Museum tsunami Aceh terpaksa ditutup untuk sementara waktu, karena terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di daerah itu pasca Lebaran Idulfitri.

"Iya, museum kita tutup kembali untuk sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Nanti akan diberitahukan lebih lanjut. Ini karena kasus COVID-19 meningkat," kata Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh Hafnidar di Banda Aceh, Selasa (8/6/2021), seperti dilansir Antara.

Hafnidar mengatakan penutupan sementara ini merujuk pada instruksi Mendagri Nomor 11 Tahun 2021, serta instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/INSTR/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Aceh.

Hafnidar menyampaikan selama pandemi COVID-19, museum tsunami Aceh juga memberlakukan sistem pembatasan dan tunggu bagi pengunjung. Kondisi ini agar pengunjung tidak berkerumun.

“Selama masa pandemi sistem pengunjung kami batasi mulai 15-20 orang sekali masuk. Sebelumnya petugas juga meminta semua pengunjung untuk tetap menaati protokol kesehatan," ujarnya.

Hafnidar menuturkan Museum kemungkinan besar dibuka kembali sampai Aceh dipastikan berstatus zona aman. Semua ini bagian dari dukungan pemutusan rantai virus corona di Aceh.

"Kalaupun Aceh nanti sudah zona aman, kami tetap menunggu arahan pemerintah seperti apa terkait tempat wisata museum tsunami ini," kata Hafnidar.

Hafnidar menyatakan dalam masa pandemi ini, museum tsunami tetap ramai didatangi pengunjung, baik lokal maupun dari luar provinsi, seperti Medan, Sumatera Utara. Bahkan, menjadi salah museum dengan tingkat kunjungan terbanyak di Indonesia selama COVID-19.

Ia mengatakan meskipun museum ditutup untuk pengunjung, pekerja tetap beraktivitas dengan sistem shift. Mereka mengisi kegiatan edukasi hingga persiapan acara pameran sementara.

"Kita juga punya kegiatan dengan sekolah, kajian-kajian tentang korban tsunami, semua kegiatan tidak ditunda, mereka tetap melakukannya seperti biasa," kata Hafnidar.

Menurut dia, museum tsunami Aceh merupakan tempat wisata edukasi bencana yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan kewaspadaan terhadap COVID-19 ditingkatkan.

Banda Aceh memang menjadi satu dari 17 kabupaten/kota dengan risiko tinggi. Hingga saat ini angka konfirmasi positif COVID-19 di Aceh mencapai 16.352 orang, sembuh 12.496 meninggal 633, dan yang masih dalam perawatan sebanyak 3.223 pasien.

Baca juga artikel terkait LONJAKAN KASUS COVID-19

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Restu Diantina Putri