tirto.id - Hujan dan angin kencang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (22/02/2026). Intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat beberapa titik terkena bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali pada Selasa (24/02/2026) pukul 12.00 WITA, tercatat ketinggian air rata-rata berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Terdapat 76 titik kejadian bencana hidrologis yang tersebar di seluruh Bali, meliputi banjir sebanyak 42 titik, tanah longsor sebanyak 5 titik, tanggul jebol sebanyak 1 titik, angin puting beliung sebanyak 1 titik, pohon tumbang sebanyak 2 titik, dan sandaran jebol sebanyak 4 titik.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, merinci di Kabupaten Gianyar terdapat 4 titik kejadian pohon tumbang dan 1 titik kejadian tanah longsor; Kabupaten Buleleng terdapat 2 titik kejadian pohon tumbang dan 2 titik kejadian tanah longsor.
Lalu, di Kabupaten Tabanan terdapat 2 titik kejadian pohon tumbang, 2 titik banjir, dan 1 titik tanah longsor; Kabupaten Klungkung terdapat 1 titik kejadian pohon tumbang; dan Kabupaten Jembrana terdapat 1 titik kejadian pohon tumbang.
Selanjutnya ada Kabupaten Karangasem dengan 9 titik pohon tumbang dan 3 titik sandaran jebol; Kabupaten Badung dengan 10 titik banjir dan 2 titik pohon tumbang; serta Kota Denpasar dengan 30 titik banjir, 2 titik pohon tumbang, 1 titik angin puting beliung, 1 titik tanggul jebol, 1 titik tanah longsor, dan 1 titik sandaran jebol.
Di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, titik-titik banjir tersebut tersebar di Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran, Sanur, Sesetan, Taman Beji, Gatsu Timur, Renon, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Hayam Wuruk.
“Rumah Sakit BMC terendam banjir, sedang ditangani oleh BPBD Bali dan Satuan Kerja Jalan Nasional. Kami juga memantau tinggi air di Tukad Badung dan memastikan semua pintu air di hilir sungai-sungai besar di Kota Denpasar dalam keadaan terbuka dan terpantau,” kata Teja dalam keterangannya, Selasa (24/02/2026).
BPBD Provinsi Bali juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Dasarian III Februari 2026 (periode 21 hingga 28 Februari) yang merupakan puncak musim hujan di wilayah Bali. Status waspada diberikan pada Kecamatan Kediri (Tabanan), Kecamatan Kerambitan (Tabanan), Kecamatan Marga (Tabanan), Kecamatan Penebel (Tabanan), Kecamatan Pupuan (Tabanan), Kecamatan Sukasada (Buleleng), Kecamatan Kuta Utara (Badung), Kecamatan Sukawati (Gianyar), Kecamatan Tampaksiring (Gianyar), Kecamatan Tegallalang (Gianyar), dan Kecamatan Ubud (Gianyar).
Berikutnya ada Kecamatan Bangli (Bangli), Kecamatan Kintamani (Bangli), Kecamatan Susut (Bangli), Kecamatan Tembuku (Bangli), Kecamatan Nusa Penida (Klungkung), Kecamatan Abang (Karangasem), Kecamatan Bebandem (Karangasem), Kecamatan Rendang (Karangasem), Kecamatan Selat (Karangasem), Kecamatan Sidemen (Karangasem), serta Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Kecamatan Denpasar Utara.
Sementara itu, status siaga diberikan kepada Kecamatan Baturiti (Tabanan), Kecamatan Abiansemal (Badung), Kecamatan Kuta (Badung), Kecamatan Kuta Selatan (Badung), Kecamatan Mengwi (Badung), Kecamatan Petang (Badung), Kecamatan Payangan (Gianyar), dan Kecamatan Denpasar Barat.
Sejumlah Wisatawan Terdampak Banjir
Proses evakuasi wisatawan di Jalan Pantai Jerman, Kuta, Selasa (24/02/2026). Foto/ Humas Polda Bali

Banjir terpantau menggenangi Jalan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, pada Selasa (24/02/2026). Akibatnya, sebanyak 60 orang wisatawan yang menginap di sebuah hotel yang berada di kawasan tersebut terdampak banjir.
Proses evakuasi telah dilakukan oleh tim gabungan SAR dan Polri pada pukul 08.00 WITA karena banjir sudah memasuki hotel. Ketinggian air yang menggenangi hotel tersebut mencapai 1,2 meter.
“Saat ini yang sudah terevakuasi sekitar 60 orang, terutama tamu yang akan check out ke bandara,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, Selasa (24/02/2026).
Sementara itu, di Kelurahan Sanur, sebanyak 25 wisatawan asing dievakuasi dari vila. Beberapa di antara mereka memutuskan untuk pindah hotel, melanjutkan perjalanan, atau check out ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Saat ini, proses evakuasi dan penggunaan pompa air oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terus berlangsung.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































