Menuju konten utama

Bahlil Targetkan Lifting Migas 2026 Capai 1,594 Juta BOEPD

Target lifting minyak 2026 dipatok lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang sebesar 605 ribu BOEPD.

Bahlil Targetkan Lifting Migas 2026 Capai 1,594 Juta BOEPD
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan lifting migas pada 2026 sebesar 1.594.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan, target tersebut terdiri dari lifting minyak bumi 610 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 984 ribu BOEPD. Angka lifting gas turun dari target APBN 2025 sebesar 1.005.000 BOEPD.

Ia menyampaikan target tersebut setelah memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi lifting nasional. Pemerintah memproyeksikan Indonesian Crude Price (ICP) pada 2026 berada pada level 70 dolar AS per barel.

“Untuk lifting migas, kami mencanangkan sekitar 1.594 ribu BOEPD. Terdiri dari lifting minyak bumi kurang lebih 610 ribu barel, dan lifting gas bumi sekitar 984 ribu BOEPD,” ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Rabu (27/8/2025).

Target lifting minyak 2026 tersebut lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang sebesar 605 ribu BOEPD. Meski menghadapi sejumlah tantangan operasional, seperti gangguan pipa dan kebakaran di Sumatera, Bahlil optimistis target 2025 dapat tercapai dan menjadi pijakan untuk 2026.

“Insya Allah (target 2025) tercapai, sekalipun memang sekarang ada gangguan di beberapa pipa, kemudian ada kebakaran di Sumatera, tapi kami sedang melakukan percepatan,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mencanangkan cost recovery atau pengembalian biaya investasi untuk kegiatan hulu migas pada 2026 sebesar 8,5 miliar dolar AS. Angka ini tidak jauh berbeda dengan realisasi cost recovery pada 2024.

“Cost recovery pimpinan kita canangkan untuk 2026 sebesar 8,5 miliar dolar AS. Ini tidak jauh beda dengan cost recovery yang ada pada tahun 2024,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait LIFTING MIGAS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana