tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pemerintah untuk memangkas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara pada tahun depan.
Kebijakan ini bertujuan mengatur pasokan guna menjaga keseimbangan pasar sekaligus mendongkrak harga komoditas tersebut di pasar global.
Dalam penjelasannya, Bahlil menyoroti besarnya kontribusi pasokan Indonesia sebagai salah satu penyebab pelemahan harga batu bara.
"Hari ini harga batu bara anjlok semua. Kenapa? Jumlah batubara yang diperjualbelikan itu kan hanya kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Di Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500-600 juta ton. Hampir 50 persen. Gimana harganya nggak jatuh?" ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah intervensi dengan mengatur pasokan melalui revisi RKAB.
"Jadi kita akan mengatur. Tujuannya apa? Pengusahanya harus mendapatkan harga yang baik. Negara juga mendapatkan pendapatan yang baik," jelasnya.
Selain alasan ekonomi, kebijakan pemangkasan RKAB juga dilatarbelakangi prinsip konservasi demi keberlanjutan di masa depan. Bahlil menekankan pentingnya menjaga cadangan sumber daya untuk generasi mendatang.
"Jangan kita pikir negara ini cuma kita aja. Kan ada anak cucu kita. Jadi kalau memang harganya murah, ya jangan kita tambang dulu. Biarlah ini untuk anak cucu kita," ucapnya.
RKAB menjadi instrumen utama pemerintah dalam mengendalikan produksi sekaligus menegakkan aturan. Bahlil mengingatkan bahwa perusahaan yang tidak disiplin akan menghadapi konsekuensi.
“Ini juga kita mengontrol bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mentaati aturan. Ya mohon maaf, RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan. Supaya apa? Kita mau menjalankan semua disiplin. Lingkungan harus kita jaga semuanya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemangkasan RKAB akan berlaku untuk seluruh komoditas tambang, tidak hanya batu bara, tetapi juga nikel dan komoditas lainnya.
“Semuanya kita pangkas,” tambahnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































