Bahan-bahan Alami untuk Pereda Rasa Nyeri atau Painkiller

Oleh: Maria Nanda Ayu Saputri - 23 Agustus 2020
Dibaca Normal 3 menit
Bahan-bahan alami seperti jahe, kunyit, dan cengkeh bisa menjadi pereda rasa nyeri atau painkiller. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di sekitar rumah.
tirto.id - Rasa nyeri harus segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas. Kebanyakan orang akan lari ke apotek untuk membeli obat pereda rasa nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen dan asetaminofen.

Satu ulasan dari Jurnal Kesehatan Internasional BMJ Journals tahun 2016 mengaitkan penggunaan asetaminofen jangka panjang dengan peningkatan risiko serangan jantung, pendarahan di sistem pencernaan, dan gangguan fungsi ginjal.

Penggunaan obat tersebut memang efektif, namun akan menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka panjang. Mengonsumsi obat akan membuat ketergantungan hingga dampak yang merugikan.

Terkadang bahan alami menjadi pilihan ketika seseorang ingin meredakan rasa nyeri tanpa harus memiliki efek samping yang berkepanjangan.

Berikut 8 bahan alami untuk meredakan nyeri yang dikutip dari Healthline dan Medical News Today :

1. Minyak esensial

    • Minyak esensial lavender

Biasanya orang menggunakan minyak lavender untuk menghilangkan rasa sakit, membantu tidur, dan meredakan kecemasan.

Sebuah studi skala kecil tahun 2012 menemukan bahwa menghirup minyak lavender dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan sakit kepala migrain

Otoritas pengendalian makanan dan obat di AS (FDA) saat ini tidak mengatur bahan dan dosis minyak esensial. Oleh karena itu mereka menyarankan untuk menggunakan dosis esensial lavender ini dengan hati-hati. Mereka juga menyarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial baru.

Selain itu, pengguna dilarang menelan minyak esensial, karena bisa menjadi racun. Jika mengoleskan minyak secara topikal, selalu encerkan dalam minyak pembawa.

    • Minyak esensial rosemary

Rosemary adalah minyak esensial lain yang dapat meredakan nyeri. Beberapa peneliti menyatakan bahwa tanaman rosemary, Rosmarinus officinalis L., dapat membantu mengobati sakit kepala, nyeri otot dan tulang, serta kejang. Rosemary juga dapat mengurangi peradangan, mengendurkan otot polos, dan meningkatkan daya ingat.

Cara menggunakannya dengan mengencerkan minyak esensial dalam minyak pembawa seperti minyak zaitun. Gunakan tiga hingga lima tetes minyak esensial untuk setiap ons minyak pembawa.

    • Minyak esensial peppermint

Minyak peppermint berasal dari tanaman Mentha piperita L. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman peppermint memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan pereda nyeri. Senyawa aktif dalam minyak peppermint termasuk carvacrol, menthol, dan limonene.

Orang sering menggunakan minyak esensial peppermint encer sebagai pengobatan topikal, artinya mereka menggosokkan minyak yang diencerkan ke area yang terasa sakit atau nyeri.

Para peneliti juga melaporkan bahwa mengoleskan minyak peppermint ke pelipis dan dahi dapat meredakan sakit kepala karena tegang.

Hindari mengoleskan minyak peppermint pada kulit yang rusak. Ini dapat menyebabkan reaksi alergi, jadi lakukan tes di tempat sebelum menggunakan minyak peppermint di area yang sakit. Jangan gunakan minyak peppermint di sekitar anak-anak.

    • Minyak esensial kayu putih

Minyak esensial lain, dalam daftar cara alami untuk menghilangkan rasa sakit ini adalah minyak kayu putih. Obat herbal dari tanaman Eucalyptus ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan radang pada tubuh.

Satu studi 2013 menemukan bahwa menghirup minyak kayu putih mengurangi rasa sakit dibandingkan dengan minyak almond. Peserta menghirup minyak kayu putih selama 30 menit per hari selama 3 hari. Mereka semua pulih dari operasi penggantian lutut.

2. Cengkeh

Cengkeh berasal dari tanaman Eugenia caryophyllata, sebagai obat rumahan untuk menghilangkan rasa sakit akibat sakit gigi. Bahan aktif dalam cengkih adalah eugenol, pereda nyeri alami yang juga digunakan dalam beberapa obat gosok. Cengkih dapat ditemukan dalam bentuk kapsul, bubuk dan minyak.

Mengoleskan sedikit minyak cengkih pada gusi dapat meredakan sakit gigi untuk sementara sampai pergi ke dokter gigi.

Sebuah studi tahun 2006 menemukan gel cengkeh sama efektifnya dengan gel benzokain, yang merupakan gel topikal yang sering digunakan dokter gigi untuk mengurangi nyeri jarum.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat seberapa efektif cengkih dapat meredakan nyeri jenis lain.

3. Kulit Pohon Willow

Kulit pohon willow putih mengandung zat kimia salicin, yang mirip dengan bahan utama aspirin (Bayer).

Awalnya, orang mengunyah kulitnya sendiri untuk menghilangkan rasa sakit dan demam. Sekarang kulit pohon willow dijual sebagai ramuan kering yang bisa diseduh seperti teh. Itu juga datang sebagai suplemen cair atau dalam bentuk kapsul.

4. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin, antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari molekul radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan. Kunyit juga dapat digunakan untuk pengobatan berbagai kondisi, termasuk gangguan pencernaan, bisul, sakit perut, psoriasis, kanker.

Sebuah studi skala kecil tahun 2014 menemukan bahwa ekstrak temulawak sama efektifnya dengan ibuprofen untuk manajemen nyeri dalam pengobatan osteoartritis lutut ketika seseorang meminumnya selama 4 minggu.

5. Jahe

Jahe adalah akar yang menjanjikan sebagai pereda nyeri alami. Sebuah tinjauan sistematis tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi 2 gram jahe per hari dapat mengurangi nyeri otot akibat latihan ketahanan dan berlari ketika orang meminumnya setidaknya selama 5 hari.

Para peneliti juga menyarankan bahwa jahe dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi peradangan yang berhubungan dengan olahraga.

6. Capsaicin

Orang juga menggunakan capsaicin yang hadir dalam cabai, untuk menghilangkan rasa sakit alami. Zat ini dapat menyebabkan sensasi terbakar atau kesemutan ringan ketika seseorang mengoleskannya secara topikal.

Sebuah studi 2011 mencatat peran penting yang dimainkan krim dan tambalan topikal capsaicin dalam manajemen nyeri. Banyak produk pereda nyeri mengandung capsaicin.

Para peneliti belum yakin mengapa itu mengurangi rasa sakit, tetapi beberapa percaya bahwa itu mengurangi kepekaan kulit terhadap rasa sakit dengan bekerja pada serat nociceptor. Ini adalah saraf yang membawa sinyal rasa sakit.

7. Feverfew

Feverfew, juga disebut featherfew atau bachelor's buttons, adalah tanaman obat. Kegunaan tradisional termasuk mengobati demam, sakit kepala migrain, rheumatoid arthritis, sakit gigi, dan sakit perut, serta meningkatkan ASI.

Feverfew mengandung senyawa yang dapat mengurangi peradangan dan kejang otot. Beberapa peneliti percaya bahwa senyawa aktif utama termasuk seskuiterpen lakton dan flavonoid.

The American Migraine Foundation menyatakan bahwa ada hasil yang beragam tentang seberapa efektif feverfew, tetapi mungkin membantu untuk mencegah sakit kepala migrain.

Feverfew dapat menyebabkan efek samping seperti sakit perut, mual, muntah, dan peningkatan risiko perdarahan. Jadi, penting untuk berbicara dengan dokter sebelum mencoba feverfew.

8. Panas dan Es

Pengobatan nyeri di rumah yang paling umum adalah mengoleskan panas dan es langsung ke tempat nyeri. Namun tidak semua orang tahu pasti kapan harus menggunakan es atau panas.

Menggunakan kompres es untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan segera setelah mengalami otot tegang, tendon, atau ligamen dapat meredakan nyeri. Menariknya, setelah peradangan hilang, panas dapat membantu mengurangi kekakuan yang muncul akibat keseleo dan otot tegang.

Kompres dingin yang digunakan sebentar di kepala juga dapat membantu menghilangkan sakit kepala.

Manfaat Menggunakan Bahan Alami


Pengobatan herbal atau bahan alami dapat memberikan manfaat kesehatan lain di samping efek penghilang rasa sakit, seperti memiliki efek antioksidan untuk membantu tubuh tetap sehat.

Namun pereda nyeri alami mungkin tidak efektif untuk semua jenis nyeri. Bahan-bahan tersebut mungkin saja kurang efektif apabila rasa sakit lebih parah. Jika merasakan rasa sakit yang parah, maka harus periksa dan konsultasi dengan dokter.

Bagi penderita meminum obat pereda nyeri tradisional sesuai resep dan bimbingan dari dokter merupakan cara paling aman dan efektif untuk mengatasi rasa sakit.



Baca juga artikel terkait HERBAL atau tulisan menarik lainnya Maria Nanda Ayu Saputri
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Maria Nanda Ayu Saputri
Penulis: Maria Nanda Ayu Saputri
Editor: Agung DH
DarkLight