Menuju konten utama

Ayat-Ayat Al Quran tentang Puasa & Arti Surah Al Baqarah 183-187

Surat Al-Baqarah ayat 183-187 beserta artinya membahas perihal puasa dan beberapa ketentuannya. Berikut isi surat Al-Baqarah tentang puasa ayat 183-187.

Ayat-Ayat Al Quran tentang Puasa & Arti Surah Al Baqarah 183-187
Di dalam Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 183-187 beserta artinya membahas tentang puasa. Adapun gambar memperlihatkan sejumlah santri Pesantren Al Kautsar membaca Al Quran bersama-sama dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Daarul Qu'ran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

tirto.id - Surat Al-Baqarah ayat 183-187 beserta artinya secara garis besar membahas tentang hukum dan ketentuan puasa Ramadan. Simak artikel ini untuk mengetahui bacaan ayat, arti, serta penafsirannya.

Pada dasarnya, puasa menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam selama bulan Ramadan. Umat muslim juga perlu menjalankan ibadah tersebut lantaran ketentuannya termasuk sebagai rukun Islam.

Saat berpuasa, seorang muslim harus menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkannya dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Adapun beberapa hal yang membuat puasa batal adalah makan, minum, dan bersenggama.

Surat Al-Baqarah tentang Puasa Ayat 183-187 dan Artinya

Setiap muslim wajib melaksanakan puasa Ramadan ketika umur atau kondisi mereka telah balig dan berakal. Kendati demikian, Allah memberikan keringanan bagi umat-Nya yang sakit, dalam perjalanan, atau para lansia yang tidak mampu berpuasa.

Pada bulan Ramadan, nilai pahala untuk ibadah berlipat ganda, dosa-dosa diampuni, dan menjadi bulan penuh keberkahan. Ketika periode ini, Allah akan membuka pintu langit dan menutup pintu neraka.

Dikutip laman NU Online, syariat mengenai puasa Ramadan telah ada sejak 10 Sya'ban tahun kedua Hijriah. Penetapan ini berlangsung di Kota Madinah, tepat ketika Rasulullah SAW berhijrah di sana.

Ayat Al-Qur'an yang membahas tentang puasa diturunkan di Madinah. Misalnya surat Al-Baqarah ayat 183 sampai 184 yang menerangkan tentang kewajiban puasa dan ketentuan bagi mereka yang diberikan keringanan.

Dalam Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 183-187 beserta artinya menjelaskan tentang hukum dan ketentuan puasa. Dari sejumlah ayat yang berurutan tersebut, ayat 186 membahas tentang hal yang berbeda.

Berikut isi surat Al-Baqarah tentang puasa ayat 183-187:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS Al Baqarah: 183).

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

"(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," (QS Al Baqarah: 184).

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur," (QS Al Baqarah: 185).

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 187).

Surat Al-Baqarah ayat 183-187 beserta artinya di atas memiliki keterkaitan dengan puasa Ramadan. Keempat ayat ini tidak terputus, menjadikannya satu kesatuan, dan mewajibkan puasa Ramadan tanpa penahapan.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 183, memberikan petunjuk bahwa Allah telah menurunkan syariat wajib berpuasa pada bulan Ramadan. Ketentuan mengenai kewajiban ini serupa dengan orang bertakwa masa-masa sebelumnya.

Adapun ayat 184, 185, dan 187 menguraikan tentang perintah puasa itu. Pada surah Al-Baqarah ayat 184, Allah menjelaskan tentang pengecualian puasa bagi mereka yang sakit atau sedang menjadi musafir.

Mereka boleh tidak menjalankan puasa, tetapi harus mengganti ibadah tersebut pada hari yang lain. Jika terlalu berat melaksanakan puasa, seperti orang-orang berusia lanjut, umat Islam wajib membayar fidyah.

Mengutip laman Suara Muhammadiyah, surah Al-Baqarah ayat 185 menegaskan kembali tentang kewajiban puasa pada bulan Ramadan. Seorang muslim yang mengetahui bahwa Ramadan tiba memiliki kewajiban puasa, kecuali mengalami sakit atau sedang dalam perjalanan.

Sehubungan dengan itu, ada aturan puasa Ramadan yang tidak melarang umat Islam untuk mencukupi kebutuhan biologisnya. Pada surah Al-Baqarah ayat 187, Allah SWT memperbolehkan muslim untuk berhubungan suami istri di malam hari saat bulan Ramadan.

Selain itu, ayat tersebut juga menjelaskan tentang masa untuk menahan diri dari makan, minum, dan berjimak. Seorang muslim harus melaksanakan ibadah puasa dari fajar sampai terbenamnya matahari.

Ingin membaca lebih banyak artikel yang membahas tentang ibadah puasa wajib di bulan Ramadan? Simak berbagai informasi terbaru mengenai puasa Ramadan selengkapnya di sini.

Informasi Puasa Terbaru

Baca juga artikel terkait PUASA atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada