tirto.id - Awal puasa Ramadhan 2026 tanggal berapa, apakah Rabu 17 Februari atau Kamis 18 Februari? Jika melihat dari data hisab ketinggian hilal dan sudut elongasi, kemungkinan puasa Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan penetapan pemerintah, akankah sama atau beda?
Tahun lalu, menjelang Ramadhan 2025, hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Jumat (28/2) memastikan 1 Ramadhan 1446 H bertepatan dengan Sabtu, 1 Maret 2025. Pengumuman sidang isbat tersebut berlangsung pada pukul 19.40 WIB atau sudah melewati waktu adzan isya.
Hal tersebut terjadi karena Kemenag RI mesti menunggu pemantauan hilal dari wilayah yang paling barat, yaitu Aceh. Karena hilal terlihat, puasa dimulai pada 1 Maret 2025, dan tidak perlu membulatkan jumlah hari Syaban 1446 H menjadi 30.
Dengan pengumuman tersebut, pemerintah, Muhammadiyah, dan NU sama-sama menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H terjadi pada tanggal yang sama. Metode yang dipakai pemerintah adalah kombinasi hisab dan rukyat. Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, tepatnya hisab hakiki wujudul hilal.
Tahun ini, pemerintah, NU, dan Muhammadiyah sama-sama menetapkan 1 Syaban 1447 H bersamaan dengan 20 Januari 2026, sehingga malam nisfu syaban sama-sama diperingati pada Senin, 2 Februari dan 15 Syaban pada Selasa (3/2). Lantas, bagaimana dengan awal Ramadhan 2026?
Awal Puasa 2026 Tanggal Berapa & Kemungkinan Sama atau Beda?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah merilis laporan "Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 17 dan 18 Februari 2026 Penentu Awal Bulan Ramadan 1447 H".
Dalam laporan tersebut, BMKG memperkirakan ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara -2.41⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan -0,93⁰ di Tua Pejat, Sumatera Barat. Sementara itu, ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 7.62⁰ di Merauke, Papua sampai dengan 10,03⁰ di Sabang, Aceh.
Berikutnya, terkait peta elongasi, elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara 0.94⁰ di Banda Aceh, Aceh sampai dengan 1,89⁰ di Jayapura, Papua. Elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 10,7⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan 12,21⁰ di Banda Aceh, Aceh.
Dalam penentuan 1 Ramadhan, Kemenag RI mengacu pada kriteria MABIMS, yaitu bulan sabit diasumsikan dapat terlihat jika telah mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Dengan membandingkan data BMKG dan kriteria MABIMS, saat matahari terbenam pada 17 Februari, kemungkinan hilal tidak terlihat. Pasalnya, ketinggian belum mencapai 3 derajat (maksimal -0,93 derajat) dan sudut elongasi belum 6,4 derajat (maksimal 1,89 derajat). Sebaliknya, saat matahari terbenam pada 18 Februari, kedua kriteria, yaitu ketinggian dan sudut elongasi, sudah memenuhi syarat.
Kemenag RI akan melakukan sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari. Jika pada petang hari tanggal tersebut hilal belum terlihat, Syaban akan digenapkan jadi 30 hari. Dengan demikian, puasa akan dimulai pada Kamis, 19 Februari. Namun, jika hilal terlihat, 1 Ramadhan akan berlangsung pada Rabu, 18 Februari. Saat ini, dari data BMKG, kecenderungannya, puasa akan dimulai Kamis, 19 Februari.
Bagaimana dengan Muhammadiyah? Untuk 1447 H, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah merilis Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Disebutkan, ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syakban 1447 H (17 Februari 2026 M). Pada saat matahari terbenam tersebut, tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
Namun, ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC). Wilayah yang memenuhi parameter tersebut termasuk daratan Amerika. Dengan demikian, di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 akan dimulai pada Rabu, 18 Februari. Di sisi lain, jika melihat data BMKG, kemungkinan Kemenag RI akan menetapkan bahwa 1 Ramadhan adalah Kamis, 19 Februari. Artinya, ada potensi tahun ini awal Ramadhan akan berbeda atau tidak seragam, menunggu hasil sidang isbat pada Selasa (17/2).
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































