Menuju konten utama

ASN Palembang Wajib Naik Angkot Setiap Selasa untuk Hemat BBM

Seluruh ASN di Palembang wajib meninggalkan kendaraan dinas maupun pribadi saat berangkat ke kantor tiap Selasa.

ASN Palembang Wajib Naik Angkot Setiap Selasa untuk Hemat BBM
Wali Kota Palembang Ratu Dewa naik angkot dari rumah menuju rumah dinas, Selasa (7/4/2026). FOTO/Kominfo Palembang

tirto.id - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) naik angkutan umum atau angkot saat berangkat kerja setiap awal bulan. Target kebijakan ini untuk penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Aturan ini berlaku setiap Selasa pada awal bulan. Pada hari itu seluruh ASN wajib meninggalkan kendaraan dinas maupun pribadi saat berangkat ke kantor.

Pemberlakuan instruksi diawali dengan aksi Ratu Dewa yang naik angkot saat berangkat kerja dari rumahnya di Tanjung Barangan Palembang menuju rumah dinas, Selasa (7/4/2026). Dia ingin semua anak buahnya melakukan hal yang sama.

Ratu Dewa mengungkapkan pada dasarnya instruksi tersebut telah berlaku pada tahun lalu berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkannya dengan Nomor 46 Tahun 2025 tentang penggunaan angkutan umum bagi pegawai Pemkot Palembang.

Hanya saja, aturan itu terlaksana kurang optimal dan harus dijalankan kembali seiring kebijakan penghematan BBM dari pemerintah pusat.

"Setiap hari Selasa pertama di setiap bulan ASN wajib hukumnya naik angkot atau kendaraan umum. ASN tidak boleh menggunakan mobil dinas dan pribadi," ungkap Ratu Dewa.

Ratu Dewa berharap aturan tersebut dapat dioptimalisasi guna mengurangi lalulintas yang berimbas kemacetan, lebih-lebih menghemat BBM. Apalagi jumlah ASN di Pemkot Palembang lebih dari 23 ribu orang sehingga dapat mengefisiensi BBM dalam satu hari setiap bulannya.

"Kita ingin tekan konsumsi BBM kolektif dan mengurangi kendaraan pribadi di jam sibuk," kata Ratu Dewa.

Dia menambahkan, tidak ada alasan bagi ASN untuk mengabaikan aturan tersebut. Sebab sarana transportasi publik di Palembang sudah sangat lengkap, mulai dari Light Rail Transit (LRT), BTS Teman Bus, angkot feeder LRT Musi Emas, ditambah beragam angkutan konvensional yang menjangkau setiap sudut kota.

"Kami ingin ubah budaya dan disiplin ASN, dan tentunya penerapannya dievaluasi oleh setiap pimpinan OPD," kata Ratu Dewa.

Selain penghematan BBM, naik angkot juga menjadi momentum menyerap aspirasi dari masyarakat. ASN, lebih-lebih pimpinan instansi, dapat berdialog selama dalam perjalanan yang nantinya meningkatkan kualitas pemerintahan.

"Kami bisa mengobrol dengan penumpang angkot, bisa serap aspirasinya termasuk keluhan masyarakat," pungkas Ratu Dewa.

Baca juga artikel terkait EFISIENSI atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Bayu Septianto