tirto.id - Arus mudik Lebaran 2026 di Bali diprediksi meningkat sebesar 4 persen dengan perkiraan mencapai 2,46 juta penumpang. Menanggapi lonjakan yang bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut, Polda Bali dan Dishub menyiapkan skema jalur khusus serta lima kantong parkir di sepanjang rute Denpasar-Gilimanuk guna mengurai kemacetan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol. Turmudi, bilang prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 adalah pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan mudik tahun ini bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, sehingga penumpang yang keluar dan masuk Bali mengalami lonjakan di tanggal tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kata Turmudi, lalu lintas di jalur Pelabuhan Gilimanuk yang berada di Kabupaten Jembrana akan dibagi menjadi tiga jalur. Antara lain untuk kendaraan kecil, mobil, dan truk.
“Kemudian, di situ kita bagi menjadi beberapa indikator. Satu sampai tiga. Kalau macet, nanti diarahkan ke mana, yang prioritas mana, itu sudah diatur semua. Semuanya, sedapatnya, kita arahkan untuk diangkut ke kapal semua, tapi sebelum itu kita masukkan ke parkiran kargo. Itu luas, bisa untuk 500 mobil dan ratusan untuk motor,” jelas Turmudi ketika ditemui setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026, di Denpasar, Kamis (12/03/2026).
Polda Bali juga mempersiapkan 5 kantong parkir di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk untuk pemudik, yakni di Rest Area Pengeragoan, Terminal Kaliakah, Gudang Utama Suzuki, Agung Citra Tran, dan Timbangan Cekik. Namun, ketika terjadi antrean panjang di jalur tersebut, polisi akan langsung turun dan mengatur antrean tersebut.
“Kantong parkir sebenarnya untuk men-delay antrean supaya tidak membludak di jalanan. Kalau misalnya terjadi antrean panjang, itu biasa akan terjadi. Untuk itu, polisi menjamin hadir untuk membantu mengatur antrean tersebut, supaya tidak saling mendahului,” ucapnya.
Selain titik-titik kemacetan, Polda Bali juga mengantisipasi titik-titik rawan kecelakaan (black spot) di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk. Turmudi mengatakan, terdapat 5 titik rawan kecelakaan dari Tabanan hingga ke Gilimanuk.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali memprediksi lonjakan kendaraan akan mulai terlihat sejak 14 Maret 2026 dengan prediksi kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, jumlah penumpang yang keluar-masuk Bali melalui pintu-pintu masuk adalah sekitar 2,36 juta penumpang dan 349 ribu kendaraan.
“Berdasarkan data-data selama beberapa tahun terakhir, prediksi kita di tahun 2026 ini penumpangnya sekitar 2,46 juta penumpang. Kendaraan diprediksi mungkin di angka sekitar 365 ribu kendaraan,” ungkap Kadishub Bali, I Kadek Muliarta.
Puncak arus mudik pertama diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026 untuk Pelabuhan Gilimanuk, sementara puncak arus mudik untuk Bandara Ngurah Rai diprediksi terjadi pada 16 Maret 2026. Sementara itu, untuk arus balik diprediksi mulai naik dari tanggal 24 hingga 28 Maret 2026.
Dishub Bali juga telah memetakan sejumlah titik rawan macet ketika libur Lebaran 2026. Muliarta mengatakan, titik rawan kemacetan selama arus mudik Lebaran pada umumnya berada di ruas Denpasar-Gilimanuk yang merupakan koridor utama keluar-masuk Bali melalui darat. Selain itu, akses menuju Pelabuhan Gilimanuk juga rawan, terutama menjelang penyeberangan ke Pelabuhan Ketapang.
Selanjutnya, titik kemacetan lainnya berada di ruas Nusa Dua-Denpasar, khususnya akses menuju dan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain itu, kemacetan juga terjadi di sekitar kawasan Bandara Ngurah Rai akibat peningkatan pergerakan penumpang udara. Objek-objek wisata populer wisatawan domestik, seperti Kuta, Legian, Jimbaran, Tanah Lot, Bedugul, dan Ubud juga rawan kemacetan.
“Untuk mengantisipasi antrean, disiapkan beberapa rencana, seperti buffer zone. Jadi zona-zona untuk penyangga di beberapa daerah, baik di Pelabuhan Logistik, kemudian di Cekik dan terminal, ada beberapa zona-zona penyangga yang disiapkan. Harapannya, pemudik itu tidak menumpuk di jalan,” kata Muliarta.
Dishub Bali juga akan memberlakukan delay system dengan cara membelokkan pemudik ke jalan alternatif agar tidak menumpuk di jalan nasional. Apabila terjadi penumpukan di jalan nasional, Muliarta menyebut dapat terjadi gangguan pergerakan untuk arus dari arah Gilimanuk ke Denpasar, sehingga pemudik yang hendak menuju Gilimanuk akan dibelokkan melalui beberapa area.
Di sisi lain, Dishub juga mengimbau agar masyarakat untuk mengatur perjalanan agar tidak terjebak kemacetan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. Pada saat Nyepi, operasional penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, dan Bandara Ngurah Rai akan berhenti.
“Masyarakat harus menyesuaikan pola perjalanannya, rencana perjalanannya dengan kegiatan. Kalau enggak, nanti tidak mendapat pelayanan di penyeberangan. Kalau melihat pola tahun lalu, volume pergerakan sudah jauh menurun ketika Pengerupukan. Artinya, masyarakat sudah mengetahui hal itu dan sudah bisa mengatur sendirian perjalanannya,” terang Muliarta.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































