tirto.id - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, puluhan sopir dan kernet minibus di Terminal Stasiun Hall, Kota Bandung, menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine massal pada Rabu (11/3/2026). Meski seluruh awak kemudi dinyatakan bebas narkoba, petugas masih menemukan sejumlah armada rute Priangan Timur yang tidak layak jalan akibat ban gundul hingga kendala administrasi.
Staf Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) di Badan Narkotika Nasional (BNN), Apep Setia, memastikan dari sekian banyak awak kemudi yang diuji, hasilnya tidak terindikasi menggunakan zat-zat terlarang.
"Dari yang kami periksa tes urine sekitar 25, hasilnya nihil. Kami tidak menemukan sopir yang mengonsumsi narkoba baik narkotika atau bahan-bahan obat adiktif lainnya," ungkap Apep kepada wartawan di lokasi, Rabu.

Ia menuturkan, uji kesehatan dan tes urine bagi pengemudi transportasi massal minibus jenis Elf rute wilayah Priangan timur itu, diharapkan menjadi perhatian bagi penyedia layanan jasa moda transportasi.
"[Semoga] untuk penyelenggara angkutan lebaran ini selektif dan memantau kondisi sopir. Mereka rawan apabila mereka menggunakan penyalahgunakan narkoba, bakal berakibat fatal bagi penumpang dan pemudik," sambungnya.
Sementara itu, Perwakilan UPTD Pengelola Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (PPP LLAJ) Wilayah II Jabar, Adnan Guntara bilang, uji kelayakan atau ram check ini menyoroti kelengkapan fisik dan administrasi minibus.
Ia tidak menampik, sejumlah kendaraan ditemukan masih berada dalam kondisi belum layak. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat (Jabar) pun melayangkan peringatan bagi penyedia jasa moda transportasi mudik itu.
"Ada kendaraan kurang layak, seperti ban mulai menipis dan segera diganti ban. Lalu surat pengawasan ada yang tertukar dengan STNK tidak sesuai, lalu ada lampu tidak menyala," paparnya.
Mayoritas, kata Adnan, kondisi minibus belum layak itu kendaraan berjenis Elf yang beroperasi ke arah Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya. "Kami peringatkan untuk diperbaiki. Maka tadi ada yang diperbaiki terlebih dahulu," katanya.
Ia menuturkan, pada hari ini ada sekira 35 kendaraan yang menjalani uji kelayakan fisik. Pihaknya meminta para penyedia layanan moda transportasi mudik, serius memperhatikan keamanan berkendara lebaran tahun ini.
"Khususnya angkutan lebaran yang [diprediksi] terjadi peningkatan penumpang, kendaraan harus penuh keselamatan," harapnya.
Penulis: Amad NZ
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































