Menuju konten utama

Arab Saudi Stop Impor Unggas dari 40 Negara, Termasuk Indonesia

Arab Saudi melarang penuh bagi 40 negara untuk mengirimkan unggas dan telur konsumsi ke negaranya. Sebanyak 16 negara lainnya dilarang tidak secara penuh.

Arab Saudi Stop Impor Unggas dari 40 Negara, Termasuk Indonesia
[Ilustrasi] Pekerja mengambil telur ayam ras di peternakan khusus ayam petelur di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/6/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar

tirto.id - Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (SFDA) secara resmi mengeluarkan larangan impor unggas dan telur konsumsi dari 40 negara. Indonesia termasuk salah satunya. Namun, apa alasannya?

Seturut media massa Saudi, Okaz, SFDA menyebut bahwa larangan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan meningkatkan keamanan pangan di pasar lokal. Menurut SFDA, salah satu alasan keputusan ini dikeluarkan adalah mencegah penyebaran wabah flu burung atau penyakit Newcastle yang sangat mematikan.

Sebagian dari 40 negara yang masuk dalam daftar larangan impor itu merupakan negara-negara yang sudah dilarang sejak 2004. Namun, sebagian lain merupakan negara baru yang sebelumnya tak dimasukkan dalam daftar.

Tak hanya melarang 40 negara untuk memasukkan unggas dan telur ke Saudi, SFDA juga mengeluarkan larangan parsial untuk provinsi dan kota di 16 negara.

Meski terdapat larangan memasukkan unggas dan telur ke Saudi, namun SFDA memberikan ketentuan pengecualian. Mengutip Gulf News, unggas dan telur dari negara-negara tersebut dapat masuk Saudi apabila telah diproses secara khusus.

SFDA menyebut pemrosesan bisa termasuk pemanasan dan harus memenuhi standar kesehatan serta keselamatan yang berlaku di Saudi. Selain itu, pengecualian dapat diberikan kepada produk dengan sertifikat ilmiah resmi sebagai bukti bahwa produk bebas virus flu burung dan penyakit Newcastle (Newcastle disease virus atau NDV).

Daftar Negara yang Dilarang Penuh dan Sebagian untuk Memasukkan Unggas dan Telur ke Saudi

Indonesia tergolong sebagai negara yang dilarang secara penuh untuk memasukkan produk unggas dan telur konsumsinya ke Saudi. Dalam daftar ini, terdapat pula negara Asia Tenggara lain macam Vietnam dan Kamboja, juga Asia Timur macam Jepang dan Korea.

Berikut daftar negara yang dilarang sepenuhnya untuk memasukkan unggas dan telur ke Saudi:

  1. Afghanistan
  2. Azerbaijan
  3. Jerman
  4. Indonesia
  5. Iran
  6. Bosnia dan Herzegovina
  7. Bulgaria
  8. Bangladesh
  9. Taiwan
  10. Djibouti
  11. Afrika Selatan
  12. Tiongko
  13. Irak
  14. Ghana
  15. Palestina
  16. Vietnam
  17. Kamboja
  18. Kazakhstan
  19. Kamerun
  20. Korea Selatan
  21. Korea Utara
  22. Laos
  23. Libya
  24. Myanmar
  25. Inggris Raya
  26. Mesir
  27. Meksiko
  28. Mongolia
  29. Nepal
  30. Niger
  31. Nigeria
  32. India
  33. Hong Kong
  34. Jepang
  35. Burkina Faso
  36. Sudan
  37. Serbia
  38. Slovenia
  39. Pantai Gading
  40. Montenegro

Sementara itu, terdapat pula 16 negara yang dikenai larangan parsial. Dengan larangan ini, hanya sejumlah wilayah tertentu seperti provinsi atau kota tertentu yang dilarang, sementara yang lainnya tidak.

Berikut daftar 16 negara tersebut:

  1. Australia
  2. Amerika Serikat
  3. Italia
  4. Belgia
  5. Bhutan
  6. Polandia
  7. Togo
  8. Denmark
  9. Rumania
  10. Zimbabwe
  11. Prancis
  12. Filipina
  13. Kanada
  14. Malaysia
  15. Austria
  16. Republik Demokratik Kongo

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar