tirto.id - Beredar di media sosial video tanggapan terkait banyaknya kendaraan mengalami brebet setelah isi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), video tersebut mengklaim bahwa pihak yang menyampaikan tanggapan tersebut berasal dari Pertamina.
Video tersebut diunggah pada akun Instagram dengan pengguna bernama “voxnetizens” (arsip). Dalam video berdurasi 52 detik tersebut memperlihatkan pria menggunakan batik merah tengah menjelaskan alasan mengapa banyak kendaraan yang mengalami brebet disusul dengan pria berkacamata.
“Pertamina: Motor Brebet Bukan Karena Etanol, Tapi Karena Busi. Netizen: Setelah Dicek Ternyata Karena Spion.” begitu narasi yang dituliskan dalam video.
Sejak video diunggah pada Selasa (11/11/2025) hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 3,5 ribu likes dan 842 komentar.
Narasi di kolom komentar juga terkesan memprovokasi. Salah satu komentar mengatakan “Gaji puluhan-ratusan juta pegawai pertamina tapi kualitas jawabannya seperti ini?”
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram bernama “mardiguwp” (arsip) pada platform Facebook dengan akun bernama “INFO LANTAS SIDOARJO” (arsip) dan Threads pada akun bernama “ajmgrup_ig” (arsip).
Lalu, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Penelusuran Fakta
Sebagai informasi brebet mengacu ke kondisi mesin kendaraan (mobil atau motor) mengalami gangguan pada proses pembakaran, sehingga tenaganya tidak optimal dan terasa tersendat-sendat saat akselerasi.
Dari hasil menyaksikan keseluruhan video, tayangan yang dipermasalahkan adalah Video tidak utuh dan merupakan penggalan. Dari tayangan tersebut juga terdapat petunjuk latar kejadian video tersebut merupakan konferensi pers yang di gelar dengan beberapa pembicara salah satunya Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra.
Selanjutnya Tirto mencoba menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Konferensi pers Pertamina terkait keluhan SPBU”, hasil penelusuran mengarahkan pada laporan Detik Jatim, Pertamina menggelar konferensi pers Sinergi Penanganan Keluhan Konsumen SPBU di Jawa Timur di SPBU Jemursari, Surabaya pada Jum’at (31/10/2025) sebagai respon Pertamina setelah menerima 290 aduan kendaraan rusak karena menggunakan pertalite dengan 99 persen pengadu adalah pengguna kendaraan bermotor.
Diketahui bahwa pria berkacamata dengan jas hitam dalam video yang beredar adalah Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga tentunya all out, memberikan atensi serius agar hal ini jangan sampai menimbulkan keresahan apalagi menimbulkan kerugian kepada masyarakat.” begitu Ega menegaskan dalam video yang beredar.
Melansir Harian Surya, Pertamina Patra Niaga telah menyisir 300 SPBU di wilayah Pantura Jawa Timur, mulai Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, dan sebagian ada di Bojonegoro dan Malang. Hal ini sebagai respon atas keluhan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite yang mengaku mengalami masalah pada kendaraannya pasca pengisian Pertalite di SPBU.
Suara Surabaya, melaporkan bahwa dalam konferensi pers tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menggandeng sejumlah pihak untuk memastikan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Jawa Timur. Pertamina juga menanggapi keluhan konsumen terkait kualitas Pertalite di Jawa Timur dengan bersinergi bersama Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas) dan pakar dari Institut Teknologi Sepuluh November.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan bersama Lemigas, lembaga yang berwenang dalam penentuan kualitas BBM, tidak ditemukan adanya kandungan air yang tercampur di Pertalite. Cahyo Setyo Wibowo Koordinator Pengujian Lemigas menjelaskan kalau timnya telah melakukan pengujian dengan beberapa metodologi untuk membuktikan tidak adanya kandungan air dalam Pertalite.
Dalam video keterang kotroversial soal brebet akibat busi disampaikan oleh pria berbaju batik merah. "Kalau mesin brebet jangan panik dulu. [...] Kadang hanya simpel, masalah busi saja. [...] untuk masalah yang sekarang coba ganti busi dulu, kalau sudah selesai, sudah selesai masalahnya," ucap pria tersebut.
Dalam keterangan resmi Pertamina menyatakan, pria yang mengenakan batik merah dalam video tersebut bukanlah pegawai, perwakilan resmi, ataupun staf dari Pertamina, melainkan pria tersebut adalah Bapak Juanda, yang merupakan mekanik bengkel di Surabaya dan bukanlah bagian dari struktur organisasi ataupun tim humas Pertamina.
Bapak Juanda tidak menyebutkan busi menyebabkan motor brebet, namun dalam penjelasannya sebagai ahli mekanik Juanda mengatakan apabila motor brebet masyarakat dihimbau agar tidak panik terlebih dahulu, segera memeriksa kesesuaian spek motor dengan oktan bahan bakar yang dipakai, juga Juanda menghimbau agar masyarakat memeriksa busi motor.
Dalam video juga dituliskan alasan motor brebet karena spion, namun tidak ditemukan terkait spion dalam konferensi pers tersebut. Dengan demikian narasi video merupakan informasi yang keliru dengan menggunakan metode timpa teks dan dapat menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap posisi dan otoritas Pertamina.
Pertamina juga berupaya memberikan solusi kepada konsumen yang terdampak. Pihak Pertamina sudah menangani dan memverifikasi kurang lebih separuh dari pengguna kendaraan yang mengadu mengalami kerusakan atau brebet.
Pertamina menegaskan bahwa segala pernyataan dan komunikasi resmi yang menggunakan nama Pertamina hanya dilakukan oleh pejabat yang sah dan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan, Pertamina Call Center 135 atau melalui media sosial @pertamina.135.
Pertamina juga menghimbau kepada seluruh pihak yang telah membagikan atau menyebarkan unggahan tersebut, agar melakukan pengecekan ulang, dan apabila memungkinkan, segera memperbaiki atau menghapus informasi yang keliru demi menjaga integritas informasi dan kepercayaan publik.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pihak Pertamina menjelaskan kalau maslaah brebet hanya karena busi tidak tepat.
Video yang tersebar di media sosial adalah potongan dari konferensi pers penangan keluhan konsumen di SPBU di Jawa Timur oleh Pertamina. Dalam kesempatan itu, pria berbaju batik merah yang dikutip dalam video adalah perwakilan mekanik bengkel yang bukan bagian langsung dari Pertamina. Dalam pernyataannya dia mengatakan kalau kasus yang dia temukan masalah brebet disebabkan oleh permasalahan busi.
Pihak Pertamina bersama Lemigas juga memastikan kalau kualitas BBM di Jawa Timur tidak ada kandungan air yang menyebabkan brebet kendaraan.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id
































