Menuju konten utama

Apa yang Dibahas di Negosiasi Israel & Lebanon?

Israel dan Lebanon akan bertemu untuk pertama kali sejak 30 tahun. Kedua negara akan bernegosiasi, apa saja yang dibahas?

Apa yang Dibahas di Negosiasi Israel & Lebanon?
Sebuah foto menunjukkan bangunan yang runtuh di lokasi serangan udara Israel di lingkungan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut pada 3 April 2026. (Foto oleh AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Israel dan Lebanon akan bertemu dan mengadakan perundingan damai di Washington DC pada hari ini, Selasa, 14 April 2026.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio akan terlibat langsung sebagai mediator bersama Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad.

Pertemuan ini disebut sebagai dialog langsung pertama antara kedua negara sejak awal 1990-an. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah mencari jalan untuk meredakan konflik, menghentikan perang, serta membahas masa depan keamanan di perbatasan utara Israel dan kedaulatan Lebanon atas wilayahnya yang saat ini masih dipengaruhi oleh Hizbullah.

Sebelum memutuskan untuk duduk satu meja, Lebanon dan Israel sudah tidak sependapat mengenai cara mengakhiri konflik. Lebanon berharap adanya gencatan senjata terlebih dahulu, sebelum dilanjutkan ke pembicaraan damai.

“Penghancuran wilayah Lebanon oleh Israel bukanlah solusi, dan tidak akan menghasilkan hasil apa pun. Solusi diplomatik secara konsisten terbukti sebagai cara paling efektif untuk menyelesaikan konflik bersenjata secara global.” kata Presiden Joseph Aoun dikutip AP News Selasa (14/4/2026).

Namun gagasan ceasefire tersebut ditolak oleh Israel dengan alasan Hizbullah terus melakukan serangan ke wilayahnya.

“Kami tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah, yang terus melakukan serangan tanpa pandang bulu terhadap Israel dan warga sipil kami,” jelas Shosh Bedrosian, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menyatakan siap untuk berunding dengan Lebanon, tepat setelah militer Israel melancarkan serangan ke 100 target di Lebanon dalam waktu 10 menit saja hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran berlaku.

“Mengingat seruan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin.” ucap Netanyahu dikutip The Times of Israel Kamis (9/4/2026).

"(Pembicaraan tersebut) akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon," paparnya.

Hizbullah Minta Lebanon tak Teruskan Negosiasi dengan Israel

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara tegas menyerukan agar Lebanon membatalkan rencana pertemuan diplomatik dengan Israel.

Ia menolak keras gagasan negosiasi langsung dengan Israel dan menganggap langkah tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Hizbullah. Menurutnya, satu-satunya sikap yang tepat adalah menolak perundingan dan mempertahankan perlawanan bersenjata terhadap Israel.

"Kami menolak negosiasi dengan entitas Israel yang merebut kekuasaan... Kami menyerukan sikap bersejarah dan heroik dengan membatalkan pertemuan negosiasi ini," kata Qassem dikutip CNA Selasa (14/4/2026).

Menurut Qassem, negosiasi dengan Israel hanya akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

"Negosiasi ini sia-sia dan membutuhkan kesepakatan dan konsensus Lebanon," terangnya.

Hizbullah menyatakan akan terus bertempur meskipun menghadapi tekanan militer besar dari Israel, termasuk upaya Israel membentuk zona keamanan di wilayah selatan Lebanon.

"Kami tidak akan menyerah, kami akan tetap berada di medan perang sampai napas terakhir kami," tegas Qassem.

"Israel dan AS dengan jelas mengatakan bahwa mereka ingin memperkuat tentara Lebanon untuk melucuti senjata dan melawan Hizbullah... tetapi tentara tidak dapat melakukan itu," tambah Qassem.

Sejak eskalasi terbaru Israel ke Lebanon yang dimulai pada awal Maret 2026, sebanyak 2.089 orang tewas, di antaranya 252 wanita, 166 anak-anak, dan 88 petugas medis, serta 6.762 lainnya terluka menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Tak hanya itu, lebih dari 1 juta orang mengungsi akibat perang.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra