tirto.id - Jumlah korban tewas di Lebanon menjadi 303 orang setelah serangan keji yang dilakukan Israel pada Rabu, 8 April 2026.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan sedikitnya 1.150 orang terluka akibat serangan yang menghantam area komersial dan permukiman di Beirut saat jam sibuk.
Dalam pernyataan resminya, dikutip Xinhua, Jumat (10/4/2026), Pusat Operasi Darurat kementerian tersebut menyebutkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di berbagai lokasi.
Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, sekaligus mengidentifikasi jenazah, termasuk melalui uji DNA karena banyak korban sulit dikenali secara langsung.
Sejak eskalasi konflik yang dimulai pada 2 Maret, total korban akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 1.888 orang tewas dan 6.092 orang terluka.
Hanya selang beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata dibuat antara Amerika Serikat dan Iran, Israel menyerang Lebanon dengan brutal. Selama 10 menit, lebih dari 100 target yang terkait dengan Hizbullah dihantam di Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa timur.
PM Israel Benjamin Netanyahu Isyaratkan Gencatan Senjata dengan Lebanon
Di tengah intensitas serangan yang masih berlangsung, Israel secara mengejutkan mengumumkan kesediaannya untuk membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa agenda utama pembicaraan adalah pelucutan senjata Hizbullah serta upaya membangun hubungan damai antara kedua negara.
Negosiasi dijadwalkan dimulai pekan depan di Washington, dengan perwakilan Amerika Serikat dan Israel masing-masing dipimpin oleh Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa, serta Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter.
Seperti dilaporkan AP News (10/4/2026), seorang pejabat diplomatik Lebanon yang mengetahui wacana pembicaraan negosiasi gencatan senjata tersebut menyatakan bahwa hingga kini pemerintah di Beirut belum menunjuk perwakilan resmi untuk memimpin perundingan dengan pihak terkait.
Meski demikian, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, disebut sangat mendorong diberlakukannya gencatan senjata sementara saat pembicaraan dimulai. Senada dengan klaim dari Netanyahu.
“Mengingat seruan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin.” ucap Netanyahu dikutip The Times of Israel, Kamis(9/4/2026).
Militer Israel Umumkan Kematian Petinggi Hizbullah
Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), lewat unggahan di X mengklaim jika operasi militer terbaru mereka di Lebanon dan wilayah sekitarnya menargetkan tokoh penting serta infrastruktur yang disebut terkait dengan kelompok militan seperti Hizbullah, Hamas, dan Palestinian Islamic Jihad.
Dalam pernyataan tersebut, IDF juga menyatakan telah menewaskan Ali Yusuf Harshi, yang disebut sebagai sekretaris pribadi sekaligus penasihat dekat pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, di Beirut.
Harshi disebut memiliki peran penting dalam mengelola dan mengamankan kantor pimpinan Hizbullah.
Dalam rangkaian operasi tersebut, mereka juga mengklaim telah menewaskan lebih dari 70 militan, termasuk satu kelompok yang disebut tengah merencanakan serangan mortir terhadap pasukan Israel.
Dua orang lainnya juga dilaporkan tewas setelah terdeteksi memasuki bangunan yang dikaitkan dengan Hizbullah.
IDF menyebut telah menewaskan Abd al-Rahman Ammar Hassan Khudari, yang dikaitkan dengan Islamic Jihad dan dituduh terlibat dalam serangan 7 Oktober di Kibbutz Nir Oz serta merencanakan serangan lanjutan terhadap pasukan Israel. Bersama operasi tersebut, tiga anggota Hamas lainnya juga dilaporkan tewas.
Maher Qassem Hamdan, yang disebut sebagai komandan Brigade Perlawanan Lebanon di wilayah Chebaa, Lebanon selatan juga disebut telah tewas. Ia dituduh bertanggung jawab atas perekrutan anggota, distribusi senjata, dan pendanaan kelompok tersebut.
Selain Hamdan, delapan militan lain yang disebut sedang melarikan diri dari wilayah Chebaa menuju Sidon juga diklaim berhasil diserang.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































