tirto.id - Pada pidato di forum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9), Presiden Prabowo Subianto menyebutkan two state solution untuk konflik Israel dan Palestina. Apa itu?
Presiden Prabowo menegaskan pandangan politik Indonesia dan menunjukkan dukungan penuh pada Palestina lewat pidatonya tersebut.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel,” ujar Prabowo dikutip laman resmi Kementerian Sekretariat Negara.
“Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegasnya lagi
Two State Solution atau Solusi Dua Negara sebenarnya tidak hanya digaungkan oleh Prabowo, melainkan juga para pemimpin lain di dunia. Mereka meminta Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan sebagai dua negara yang berdaulat.
Apa Itu Two State Solution?
Two State Solution atau Solusi Dua Negara adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ide penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina dengan membentuk dua negara merdeka yang berdampingan secara damai.
Negara Israel sebagai negara Yahudi yang berdampingan dengan Negara Palestina yang merdeka. Munculnya solusi ini berakar dari konflik panjang antara bangsa Yahudi (Israel) dan Arab Palestina, yang memperebutkan tanah yang sama, yakni Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Tujuannya dari solusi dua negara adalah mengakhiri kekerasan dan sengketa wilayah dengan pengakuan bersama yakni Palestina mengakui keberadaan Israel dan Israel juga harus mengakui hak rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri.
Selain Prabowo, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendukung solusi dua negara untuk penyelesaian konflik Timur Tengah.
"Kita harus membuka jalan bagi perdamaian. Kita harus melakukan segala daya upaya kita untuk menjaga kemungkinan solusi dua negara, Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam damai dan aman," harap Macron dalam forum yang sama dikutip Reuters.
Solusi dua negara sebenarnya telah disebut dalam Perjanjian Oslo tahun 1993. Namun, sampai saat ini solusi itu belum terwujud.
Update Serangan Israel di Jalur Gaza
Di tengah tuntutan dari dunia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua tahun, Israel melanjutkan serangan besar-besaran ke Gaza, khususnya Gaza City pada Selasa (23/9).
Dikutip Al Jazeera, serangan itu menewaskan setidaknya 36 warga Palestina. Israel terus menyerang Gaza dengan menghancurkan banyak gedung pemukiman di Gaza City.
Tank-tank Israel sudah masuk ke lingkungan Nassr, hanya 1 km dari Rumah Sakit al-Shifa. Israel juga menyerang rumah sakit dan pusat medis di Gaza, membuat warga Gaza yang terluka tidak dapat mendapatkan pertolongan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































