Menuju konten utama

Apa Itu OCD Ekstrem yang Dialami Aliando Syarief, Apakah Berbahaya?

Mengenal OCD ekstrem yang dialami Aliando Syarief, gejala dan penyebabnya.

Apa Itu OCD Ekstrem yang Dialami Aliando Syarief, Apakah Berbahaya?
Ilustrasi Penderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder). FOTO/iStockphoto

tirto.id - Aliando Syarief, aktor kenamaan Indonesia baru-baru ini mengabarkan bahwa dirinya mengidap OCD ekstrem. Kabar ini ia sampaikan dalam siaran langsung instagram pribadi miliknya. Aliando sudah menderita OCD esktrem sejak dua tahun lalu.

“Dua tahun kena OCD itu gua enggak bisa ngapa-ngapain dan susah ya untuk dipahami. Mungkin karena enggak sinkron pikiran dan otak,” terang Aliando dalam live IG-nya.

Aliando menyatakan, dirinya tidak bisa melanjutkan karier. Salah satunya ketika tahun 2019 lalu sebenarnya dia memiliki project musik, tetapi terpaksa gagal karena gangguan OCD.

Fakta mengejutkan lainnya adalah ia merasa sudah mengidap OCD sejak kelas 2 SD. Setelah kelas 2 SD ini, ia merasa OCD-nya hilang. Namun, sejak dua tahun lalu gejala OCD mulai ia alami. Meskipun begitu, aktor kelahiran 1996 ini sedang berjuang untuk sembuh dari OCD-nya.

“Saya pejuang OCD dan tetap terus berjuang,” tutur Aliando dalam siaran langsungnya. Apa itu OCD dan bagaimana gejala OCD?

Pengertian OCD Ekstrem

Menurut laman Mayo Clinic, Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang mengarahkan penderitanya untuk melakukan perilaku berulang (kompulsif). OCD jelas sangat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

OCD menampilkan pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang mengarahkan pengidapnya untuk melakukan perilaku berulang (kompulsi). Obsesi dan kompulsi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan penderitaan yang signifikan.

Gejala OCD

Dikutip dari laman Webmd, OCD memiliki berbagai bentuk, tetapi mayoritas kasus OCD setidaknya ditandai dengan salah satu dari empat kategori berikut:

1. Memeriksa

Gejala OCD yang pertama adalah memeriksa. Orang dengan OCD sangat sering memeriksa, seperti memeriksa kunci, sistem alarm, oven, sakelar lampu. Bahkan sampai mengira memiliki kondisi medis seperti kehamilan atau skizofrenia.

2. Kontaminasi

Orang dengan OCD cenderung memiliki ketakutan berlebih terhadap hal-hal yang ia anggap kotor sehingga memunculkan dorongan untuk terus membersihkan. Setiap saat, mereka akan berlebihan membersihkan segala sesuatu karena mereka berpikir bahwa barang atau tempat tersebut sangat kotor.

3. Simetri dan Keteraturan

Gejala OCD satu ini ditandai dengan keinginan berlebihan untuk selalu mengatur sesuatu dengan cara tertentu. Mereka akan sangat ketat dan teliti mengharuskan sesuatu untuk diatur dengan cara tertentu.

4. Perenungan dan pikiran yang mengganggu

Pengidap OCD akan terobsesi dengan garis pemikiran. Pikiran ini sangat mengganggu pengidap OCD. Mereka akan terus memikirkan hal-hal yang sanBeberapa dari pikiran ini mungkin keras atau mengganggu.

Hal serupa juga dijelaskan dalam laman Mayoclinic bahwa pengidap OCD memiliki gejala/ simtom berupa:

1. Merasa takut pada kontaminasi atau keadaan, barang, dan sebagainya yang kotor

2. Keraguan dan kesulitan menoleransi ketidakpastian

3. Membutuhkan hal yang teratur dan simetris

4. Memiliki pikiran agresif atau mengerikan tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri atau orang lain

5. Memiliki pikiran yang tidak diinginkan, termasuk agresi, atau subjek seksual atau agama

Penyebab OCD

Menurut laman Mayo Clinic, sebenarnya penyebab OCD sulit untuk dimengerti. Namun, ada tiga teori terkenal yang bisa menjelaskan penyebab OCD, yakni:

1. Biologi

OCD dimungkinkan merupakan hasil dari perubahan kimia alami tubuh atau fungsi otak Anda.

2. Genetika

OCD mungkin memiliki komponen genetik, tetapi gen spesifik belum diidentifikasi.

3. Sedang belajar

Ketakutan obsesif dan perilaku kompulsif dapat dipelajari dari melihat anggota keluarga atau secara bertahap dipelajari dari waktu ke waktu.

Baca juga artikel terkait OCD atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Dipna Videlia Putsanra