Apa Itu Kanker Usus yang Diderita Chadwick Boseman "Black Panther"?

Oleh: Yantina Debora - 29 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
Mengenal kanker usus yang diderita aktor film superhero Black Panther, Chadwick Boseman.
tirto.id - Bintang "Black Panther" Chadwick Boseman meninggal dunia pada usia 43 tahun karena kanker kolon atau usus, seperti diumumkan dalam pernyataan resmi keluarga di akun Twitter sang aktor, Jumat waktu setempat (28/8/2020).

Pemeran Raja T'Challa di film "Black Panther" itu didiagnosis kanker kolon stadium tiga pada 2016. Ia berjuang melawan penyakit ini selama empat tahun. Namun kondisi kesehatannya kian memburuk menjadi stadium empat. Dia meninggal pada 28 Agustus 2020.

"Seorang pejuang sejati, Chadwick bertahan melalui itu semua, dan menyuguhkan Anda banyak film yang sangat Anda sukai," kata keluarganya dalam pernyataan.

"Dari Marshall hingga Da 5 Bloods, Ma Rainey's Black Bottom dan beberapa lainnya - semuanya dibuat selama dan di antara banyak operasi dan kemoterapi.

"Sebuah kehormatan dalam karirnya untuk menghidupkan Raja T'Challa di Black Panther."

Chadwick meninggal di rumahnya, didampingi istri dan keluarganya. "Keluarga berterimakasih atas cinta dan doa kalian, juga meminta agar diberi privasi di tengah suasana duka ini."

Chadwick Aaron Boseman lahir pada 29 November 1976. Pada April lalu, para penggemar menuturkan kekhawatirannya karena melihat penampilan Chadwick yang berubah drastis.

Dia terlihat sangat kurus dalam video di media sosial, meluncurkan program "Operation 42" yakni sebuah donasi senilai 4,2 juta dolar AS berupa perlengkapan pelindung diri medis untuk sejumlah rumah sakit yang melayani komunitas Afrika Amerika.

Apa itu Kanker Usus?


Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention kanker usus atau yang biasa disebut kanker kolorektal merupakan kanker yang dimulai di usus besar (kolon) atau rektum (ujung usus besar).

Mulanya, kanker kolorektal ini bermula pada lapisan kolon atau rektum, pertumbuhan ini disebut sebagai polip. Dari berbagai jenis polip, ada beberapa tipe yang bisa berpotensi menjadi kanker, tergantung dari jenis polipnya.

Di usus besar, ada polip jenis hiperplastik inflamasi. Polip jenis ini umum ditemui, dan biasanya bukan merupakan polip pra-kanker. Ia berbeda dengan adenomatous (adenoma), polip yang berpeluang menjadi kanker sehingga disebut kondisi pra-kanker.

Ada berbagai macam faktor lain yang bisa meningkatkan risiko polip menjadi kanker, misalnya ketika besar polip lebih dari 1 cm, jika terdapat dua atau lebih polip, atau jika terlihat adanya displasia pada polip setelah polip dihilangkan.

Displasia merupakan sebuah kondisi pra kanker, yang menunjukkan adanya area pada polip atau pada lapisan kolon atau rektum dimana sel terlihat tidak normal, namun tak terlihat seperti sel kanker.

Pada studi yang dilakukan oleh Barbara-Ann Adelstein, dkk (PDF) berjudul “Most bowel cancer symptoms do not indicate colorectal cancer and polyps: a systemic review”, ditemukan bahwa gejala gangguan usus yang paling umum dilaporkan adalah penurunan berat badan. Penurunan berat badan ini terjadi pada 20% pasien kanker.

“Secara keseluruhan, hanya [gejala] pendarahan dan penurunan berat badan yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kanker,” tulis Barbara-Ann, dkk.

Kanker usus besar merupakan penyebab paling umum ketiga dari kematian terkait kanker di Amerika Serikat. Pada tahun 2019, American Cancer Society (ACS) memperkirakan ada 101.420 orang di AS yang didiagnosis kanker usus besar.

Para ahli kesehatan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk kanker usus besar sejak usia 50 tahun.

Kanker usus besar seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap paling awal. Namun, seiring berkembangnya kanker dalam tubuh, akan muncul beberapa gejala:

  • Diare atau sembelit
  • Perubahan menetap pola buang air besar
  • Perdarahan pada anus, atau adanya darah dalam feses.
  • Sakit perut, kram, kembung
  • Sering buang air besar dalam waktu berdekatan
  • Cepat lelah
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Sindrom iritasi usus
  • Anemia
  • Jika kanker menyebar ke lokasi baru di tubuh, seperti hati, dapat menyebabkan gejala tambahan di area baru tersebut.

Baca juga artikel terkait CHADWICK BOSEMAN atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight