tirto.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin (12/1/2025). Kedatangannya itu bertujuan untuk berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) terkait maraknya praktik penambangan emas ilegal di Sumatra Barat.
Andre mengatakan bahwa kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah di Kabupaten Pasaman hanyalah puncak gunung es dari persoalan tambang ilegal yang sudah berlangsung lama dan masif di wilayah tersebut. Nenek Saudah menjadi korban penganiayaan diduga karena menolak tambang ilegal.
"Pagi ini saya datang ke Bareskrim Mabes Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tipidter untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatra Barat. Jadi kasus Nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es," kata Andre kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin.
Menurut Andre, aktivitas penambangan ilegal tidak hanya terjadi di Pasaman, tetapi juga tersebar di sejumlah daerah lain. Antara lain seperti di Pasaman Barat, Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, serta beberapa wilayah lainnya. Menurut Andre, praktik tambang ilegal di sungai-sungai daerah tersebut sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
"Apalagi kita tahu bulan lalu bagaimana bencana alam di Sumatra melanda. Dan kita tentu tidak ingin kerusakan lingkungan ini membuat bencana alam baru datang lagi," katanya.
Andre menuturkan kedatangannya itu juga sebagai anggota DPR yang mewakili rakyat Sumatra Barat, terlebih agar kasus Nenek Saudah tak hanya berhenti di kasus penganiayaan. Akan tetapi, lebih jauh terhadap pengusutan kasus besar seperti tambang ilegal.
"Untuk itu kita tidak ingin orang- orang yang selama ini berlindung dan kebal para penambang liar ini selamat. Untuk itu saya datang agar ada penerjataan hukum yang konkret dan terukur dan jelas. Para pelaku penambang liar dan ilegal di Sumatra Barat segera ditangkap," katanya.
"Sehingga tidak ada lagi kerusakan lingkungan dan juga tentu kita menjaga jangan sampai ada bencana alam susulan jilid dua. Setelah bencana alam yang melanda pulau Sumatra berapa bulan lalu," sambungnya.
Terkait pelaku, Andre menyebut tambang ilegal di Sumatra Barat umumnya tidak melibatkan korporasi besar, melainkan pemain-pemain lokal maupun dari luar daerah yang memiliki puluhan alat berat. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya orang yang membekingi praktik tersebut.
"Tugas saya sebagai anggota DPR yang mendapatkan mandat dari rakyat, menerima aspirasi dari masyarakat," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































