tirto.id - Sekelompok orang bertopeng mencoba menculik anak seorang pengusaha kripto di Paris, Prancis. Percobaan penculikan ini, menjadi salah satu tindakan kekerasan yang menarget para pemain kripto dan keluarganya dalam beberapa bulan terakhir.
Melansir reuters, kejadian ini diketahui dari tersebarnya sebuah video yang direkam oleh orang yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Kejadian ini terjadi di tengah peningkatan kejahatan narkoba dan gelombang serangan yang dilakukan oleh gembong narkotika.
Insiden ini terjadi padavSelasa (12/5/2025) di jalan yang ramai. Sekelompok orang bertopeng tersebut terekam menyeret wanita yang merupakan anak pengusaha kripto untuk dimasukkan dalam mobil van.
Namun, aksi tersebut gagal usai adanya perlawanan yang dilakukan wanita tersebut dan dibantu oleh beberapa orang yang ada disekitarnya. Salah satunya adalah pemilik toko yang memberikan bantuan dan kini disebut sebagai pahlawan.
Atas kejadian tersebut, Jaksa Prancis tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kejadian tersebut. Meski begitu, pihak Kejaksaan tidak menginformasikan identitas dari korban percobaan penculikan tersebut.
Penyelidikan ini akan dilakukan oleh Unit Kejahatan Kepolisian Paris. Namun, pihak Kepolisian menyayangkan tersebarnya video ini karena disebut memperparah penderitaan korban.
Kejadian dengan korban pemain atau keluarga pemain kripto ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada 1 Mei 2025, ayah seorang pemain kripto di Prancis diculik, pelaku meminta tebusan. Meski berhasil diselamatkan oleh pihak Kepolisian, ayah pemain kripto tersebut kehilangan satu jari.
Pada Januari juga terdapat penculikan yang menyasar pendiri perusahaan kripto Ledger. Dia diculik bersama dengan istrinya, dan kehilangan sattu jarinya sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Pada Rabu (14/5/2025) Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau, mengatakan akan bertemu dengan para pengusaha kripto Prancis untuk meningkatkan kesadaran atas bahaya situasi saat ini, agar bisa lebih melindungi diri.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































