Menuju konten utama

Alasan AS Ancam Iran dengan Serangan Militer

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi ke Iran terkait dengan penanganan para demonstran yang dianggap brutal.

Alasan AS Ancam Iran dengan Serangan Militer
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Iran pra-Revolusi Islam 1979 selama demonstrasi menentang tindakan keras rezim Iran terhadap protes di pusat kota Paris, pada 4 Januari 2026. Beberapa ratus orang berkumpul pada 4 Januari 2026 di dua unjuk rasa di Paris untuk mendukung gerakan protes selama seminggu di Iran. (Foto oleh Blanca CRUZ / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Konflik AS vs Iran semakin memanas usai gelombang protes masyarakat sipil berlangsung sejak dua minggu belakangan ini. Amerika Serikat (AS) bahkan mengancam melakukan intervensi militer yang besar di negara tersebut. Apa alasannya?

Pernyataan itu disampaikan Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu (11/1/2026). Ia menyebut AS tengah mempertimbangkan opsi intervensi terkait konflik di Iran yang belum mereda.

"Kami memantaunya dengan sangat serius. Militer AS sedang memantaunya, dan kami menimbang beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan," kata Trump, dikutip dari The Guardian, Senin (12/1/2026)

Trump juga mengatakan bahwa Iran kini mulai terbuka dengan dialog setelah AS melakukan operasi militer menculik Nicolas Maduro dari Venezuela pada 3 Januari lalu. Ia mengeklaim bahwa Iran ingin membuka proses negosiasi.

Trump Anggap Iran Lakukan Tindakan Brutal

Salah satu alasan AS memiliki niat mengintervensi Iran yaitu Trump menyebut bahwa pemerintah setempat dianggap telah melewati batas kewajaran dalam penanganan para demonstran.

"Mereka sudah mulai [melewati batas], mereka terlihat seperti itu," tutur Trump.

Mengutip The Guardian, Trump kini tengah menimbang untuk melakukan berbagai opsi dalam mengintervensi Iran. Opsi tersebut seperti intervensi militer, pengenaan sanksi ekonomi hingga pemberian bantuan akses internet untuk membantu gerakan anti-pemerintah Iran.

Laporan The Wall Street Journal menyebut opsi intervensi militer di Iran yang sedang digagas AS, termasuk di dalamnya berupa serangan militer langsung hingga penggunaan senjata siber rahasia. Trump melalui media sosial Truth menyebut bahwa ia siap "membantu" warga sipil Iran.

"Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!" tulis presiden asal Partai Republik itu, Minggu.

Iran sendiri menyatakan bahwa mereka tak segan melawan AS dan Israel jika intervensi militer benar terjadi. Sejumlah target ditetapkan untuk diserang.

"Jika Iran diserang, wilayah pendudukan maupun pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika [di timur tengah] akan menjadi target sah kami," kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut ada faktor eksternal yang membuat negaranya berkecamuk. Dalam pandangan Iran Trump dengan Israel ikut terlibat dalam gelombang protes yang meluas selama dua pekan terakhir.

"Mereka melatih beberapa orang di dalam dan di luar negeri, mereka membawa beberapa teroris dari luar," kata Pezeshkian dalam wawancaranya untuk IRIB, dikutip Aljazeera.

Seturut The Guardian, gelombang protes yang meluas di wilayah Iran kini telah menewaskan, setidaknya, 538 orang. Sebanyak 490 di antaranya merupakan pengunjuk rasa.

Berdasarkan organisasi HAM Iran di Norwegia, menyatakan pada Minggu bahwa setidaknya 192 pengunjuk rasa meninggal akibat bentrokan dalam protes. Sementara menurut Kantor Berita HAM (HRANA) yang berbasis di AS, lebih dari 10.600 orang telah ditangkap oleh otoritas Iran akibat gelombang protes.

Namun, jumlah korban jiwa dan penangkapan demonstran masih sulit diverifikasi secara penuh. Pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet di negara tersebut.

Gelombang protes yang terjadi sejak 29 Desember 2025 lalu itu dipicu oleh jebloknya ekonomi Iran, termasuk penurunan mata uang Iran secara tiba-tiba. Akibat situasi tersebut, salah satunya membuat harga pangan jadi mahal. Masyarakat sipil melakukan aksi protes secara nasional menuntut reformasi politik dan menyerukan jatuhnya pemerintahan.

Baca juga artikel terkait ANCAMAN INVASI TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar