tirto.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun pada 2026. Meski begitu, Head of Investor Relations AKR Corporindo, Ignatius Teguh Prayoga, mengatakan realisasi capex perseroan hingga saat ini baru mencapai sekitar Rp546 miliar.
Belanja tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis inti perseroan sekaligus menopang ekspansi infrastruktur logistik dan kawasan industri, termasuk pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
"Besaran capex mengikuti rencana dan kebutuhan proyek yang telah disetujui untuk tahun ini sekitar Rp1 triliun," kata Ignatius dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam pengembangan bisnisnya, Perseroan tidak hanya membangun kapasitas di wilayah operasional yang sudah ada, tetapi juga menyiapkan sejumlah investasi untuk memperkuat jaringan distribusi energi dan mendukung aktivitas industri. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan berada di kawasan JIIPE.
Dalam proyek ini, AKRA bersama mitra strategis menyiapkan infrastruktur gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), termasuk fasilitas floating storage and regasification unit (FSRU).
"Guna menjaga ketersediaan pasokan gas, AKR melengkapi kawasan industri JIIPE dengan fasilitas gas terminal dengan kapasitas 4 juta ton per tahun yang akan dilengkapi oleh FSRU sebesar 170.000 meter kubik," jelas Ignatius.
Proyek dengan nilai investasi 319,69 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu dirancang untuk menjadi bagian dari infrastruktur pasokan LNG untuk memenuhi kebutuhan energi tenant di JIIPE. Seiring dengan pengembangan yang tengah berlangsung AKRA menargetkan fasilitas tersebut dapat rampung dan mulai beroperasi pada semester II 2029.
"Gas dan LNG menjadi salah satu bagian dari pengembangan bisnis energi AKRA ke depan, terutama untuk mendukung kebutuhan industri dan pengembangan ekosistem energi,” kata Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo dalam kesempatan yang sama.
Selain LNG, AKRA menyebut pengembangan ekosistem energi di kawasan industri juga dapat mencakup penyediaan listrik dan energi surya. Pada saat yang sama, Perseroan juga mengalokasikan belanja modal untuk pengembangan terminal gas, energi terbarukan, bisnis bahan bakar minyak (BBM) ritel, serta avtur.
Ignatius memastikan, berbagai pengembangan itu akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan tenant serta kelayakan investasi. Dus, diharapkan kondisi keuangan Perseroan akan tetap terjaga.
"Kami akan melakukan investasi secara bertahap agar pertumbuhan tetap berjalan tanpa mengurangi fleksibilitas neraca dan kemampuan perseroan memberikan nilai kepada pemegang saham,” tukasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































