Menuju konten utama

AiDEA Weeks 2025: Merayakan Era Baru Hidup Bersama AI

AiW menjadi ajang untuk menegosiasikan ulang posisi manusia terhadap teknologi, bukan sekadar di depan layar, tapi dalam kehidupan yang nyata.

AiDEA Weeks 2025: Merayakan Era Baru Hidup Bersama AI
Akhir Sesi Pre-Event AiW di Universitas Budi Luhur. Foto/ AiW

tirto.id - Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelligence (AI) telah hadir di mana-mana: di layar gawai, dalam percakapan di kafe, hingga di dapur rumah tangga. Dari resep masakan yang direkomendasikan chatbot hingga playlist musik yang seolah paham suasana hati, AI kini ada di telapak tangan kita. Manusia pun dihadapkan pada pilihan peradaban baru: bagaimana hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan.

Meski begitu, bagi sebagian orang, AI masih terasa seperti sesuatu yang asing dan eksklusif, seolah hanya milik mereka yang menguasai teknologi. Padahal, AI sudah dimanfaatkan luas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bisnis.

Laporan terbaru Amazon Web Services (AWS) dan Strand Partners, Unlocking Indonesia’s AI Potential 2025, mencatat bahwa meski 28 persen atau sekitar 18 juta bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI, sebagian besar masih menggunakannya pada level dasar untuk tugas-tugas sederhana. Hanya 10 persen pelaku usaha yang benar-benar memanfaatkan teknologi ini untuk inovasi, efisiensi menyeluruh, dan penciptaan produk baru.

Melihat kesenjangan ini, AiDEA Weeks 2025 (AiW) hadir sebagai ruang dialog publik untuk menjelajahi dampak AI lintas bidang dan membangun perspektif baru di era di mana kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari keseharian. AiW menjadi ajang untuk menegosiasikan ulang posisi manusia terhadap teknologi, bukan sekadar di depan layar, tapi dalam kehidupan yang nyata.

“Diskusi di AiW dirancang bukan untuk mengulang hype, melainkan untuk memberi perspektif lintas sektor yang sebelumnya belum tersentuh. Di era digitalisasi ini, banyak aktor dan sektor yang terlambat bertransformasi atau masih tertinggal dalam kebingungan,” ujar Ignatius Hendrik, Committee Lead on Business, Partnership & Experience AiW.

Ia menambahkan, “Topik dan sudut pandang yang kita angkat di AiW 2025 jarang, bahkan hampir tidak pernah dibahas dalam forum-forum AI sebelumnya. Dengan begitu, audiens bisa mendapatkan insight yang lebih segar, relevan, dan aplikatif, bukan sekadar teori yang bisa ditemukan di kelas. Harapan kami, perspektif baru itu datang dari pembicara tamu berkualitas yang kami kumpulkan di AiW 2025.”

AiW 2025 akan digelar pada 7, 14, dan 21 November 2025 di Ruang Teater, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Acara ini diharapkan menjadi forum santai akhir pekan untuk berbagi ide, memperluas wawasan, dan berjejaring lintas profesi melalui sembilan sesi diskusi yang dikemas dalam format live podcast.

“Menurut saya, AI itu seperti kehadiran internet atau smartphone, sesuatu yang akan mengubah dunia selamanya. AI bukan lagi mitos atau ancaman. Ia sudah ada di sekitar kita, dan tugas kita adalah menjadikannya co-creator yang memperkuat nilai kemanusiaan, bukan menyingkirkannya,” ujar Rayan Muktiaki, Chairman AiW 2025.

Dengan pesan utama Embracing the New Age of AI, AiW mengajak publik mempersiapkan diri dengan pengetahuan, sikap, dan pola pikir yang sesuai untuk menghadapi era baru ini. Selama tiga pekan, AiW akan menghadirkan sembilan sesi diskusi dalam tiga tema besar:

Week 1 (7 November): Embracing AI in Career & Productivity

Bagaimana AI menulis ulang peta pekerjaan, membantu produksi kreatif, dan menguji cara kita bertahan hidup.

  • Future Jobs & Making Money in the Age of AI
  • How AI Impacts & Supercharges Creative Production
  • AI for Better Productivity & Growth

Week 2 (14 November): Embracing AI in Art & Culture

Tempat seniman, musisi, dan budaya berjumpa algoritma dan menciptakan ruang dialog antara manusia dan mesin.

  • Artificial Intelligence, Between Arts & Crafts
  • Music Meets Machine: AI in Music Industry
  • AI for Better Cultural & Traditional Awareness

Week 3 (21 November): Embracing AI in Business & Industry

Membahas UMKM yang terdorong AI, startup berbasis kode, hingga strategi kreatif dalam periklanan modern.

  • AI for Better Advertising Campaign
  • Empowering Indonesia's SMB with AI
  • Trends of AI-Oriented Business & Startups
AiW 2025 menghadirkan deretan pembicara lintas industri, di antaranya Pandu Truhandito (Founder Madya.id, ex TikTok, Facebook, Lazada), William Jakfar (Founder BelajarGPT, ex TikTok, Lazada), Andin Rahmana (Purwadhika), Kevin Mahesa (Dentsu Creative), Brillian Fairiandi (Imajik), Indira Naratisa (ex TikTok), Buchara Rubyandra (Ogilvy), Bontot Pandawa (Videoin.id), Rato Tanggela (Visual Artist), Eddy Sukmana (AI Content Creator), Noor Kamil (Digital Manager Pamungkas), Tuan Tigabelas (Hip-Hop Artist), Azhar Muhammad Fuad (Curaweda Palagan Tech), Gustav Anandhita (AI Nusantara), Rifqi Wirawan (Magis Creative Agency), Michael Fabian K. (ALVA Maleo), Freddie Kashawan (Raveloux & Rave Tailor), Nicolas Gito Sabata (.TEMU, Balesin Id), Rexi Christopher (Init 6), dan Irfan Reichmann (Artifisial.com).

Tiket AiDEA Weeks 2025 dijual seharga Rp149.000 per pekan (offline) untuk periode 16 Oktober–21 November 2025.

Penulis: Tim Media Servis