tirto.id - Tim UGM menemukan kandungan gas Metana dan hidrogen di rumah yang terbakar misterius di Sleman. Rumah di kawasan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY mengalami kebakaran misterius sejak Sabtu (23/5/2026) lalu. Hingga Senin (1/6/2026) siang, sudah ada 73 kali benda terbakar di rumah tersebut.
Sejumlah pakar dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali datang ke rumah milik Agus Yani ini pada Senin (1/6/2026). Sebelumnya tim ini telah datang dan melakukan pengecekan pada Sabtu (30/5/2026).
Secara kebetulan, tim peneliti yang berada di rumah itu sempat melihat fenomena kebakaran aneh ini secara langsung. Saat itu peneliti mendapati sebuah kaus di dalam salah satu kamar terbakar.
Tim peneliti UGM ini langsung memadamkan api dan membawa kaus ke luar ruangan. Tim peneliti pun juga melakukan pengukuran terhadap suhu dan kandungan gas pada kaus itu.
Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Prof. Alva Edy Tontowi saat diukur dengan alat memang ada peningkatan suhu pada kaus yang terbakar. Selain itu ditemukan pula kandungan gas hidrogen.
"Kami tadi menyaksikan live ya. Kebakaran setelah diinfo Mbak Mut (Mutviana). Ini salah satu kejadian yang memang luar biasa. Kita bisa lihat langsung," tutur Alva.
"Pada intinya tadi diukur. Kita mengukur suhu. Suhunya naik terus. Ada terpantau Hidrogennya, H2-nya naik terus," imbuh Alva.
Alva mengungkapkan pihaknya mengambil sejumlah sampel barang akan diuji di lab. Sampel ini disebut Alva akan dipakai untuk menganalisa kemunculan gas Hidrogen.
Alva menyarankan kepada pemilik rumah untuk sementara mengosongkan rumah dan barang-barang di dalamnya. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran berulang.
"Jadi kenapa pindah-pindah (titik kebakarannya) karena (sumber kebakaran) berupa gas. Gas itu bisa konsentrasi (berkumpul) di sana, memenuhi syarat dan nyala (terbakar)," terang Alva.
Alva menambahkan saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apa penyebab kebakaran secara pasti. Hal ini dikarenakan masih harus diteliti lebih lanjut lagi.
"Sementara ini baru dugaan-dugaan. Tetapi nanti pastinya adalah dari yang (hasil) lab. Yang sudah terukur ya. Bukan hanya sebuah kata-kata tapi angka-angka nanti yang berbicaran," urai Alva.
Ditemukan Kandungan Gas Metana dan Hidrogen
Sedangkan Guru Besar bidang Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko menuturkan jika dari alat yang dibawa selain ditemukan gas metana juga ditemukan pula kandungan gas hidrogen. Di lokasi kebakaran, lanjut Agung, terdeteksi peningkatan gas hidrogen.
"Kami mendeteksi adanya CH4, Hidrogen, kemudian ada CO2 dan O2 ya. Nah yang ditempat terbakar tadi, ada spike langsung naik. Itu adalah gas Hidrogen," terang Agung.
"Gas Hidrogen ini bisa menyala tanpa percikan api. Ada dugaan, gas Hidrogen ini yang menyebabkan barang-barang di rumah Mbak Mutvia ini terbakar," sambung Agung.
Agung menambahkan pihaknya akan mencari tahu darimana asal gas Hidrogen itu. Agung menjabarkan pihaknya mengambil beberapa sampel barang dan juga air sumur untuk mengecek ada tidaknya organisme pembentuk Hidrogen.
"Yang kemudian kami pikirkan adalah sumber (gas Hidrogen) dari mana. Mekanisme pembentukan gas Hidrogen ini yang kami perlu telaah lagi. Apakah dekomposisi, pembusukan dari organik itu yang menghasilkan Hidrogen? Itu yang harus kami teliti lagi," tutup Agung.
Penulis: Cahyo PE
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























