Menuju konten utama

Rumah Seorang Warga Sleman Alami 39 Kali Kebakaran Misterius

Tim Gegana menduga rentetan kebakaran ini terjadi karena ada kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank.

Rumah Seorang Warga Sleman Alami 39 Kali Kebakaran Misterius
perabot dan bagian rumah yang terbakar misterius. foto/cahyo purnomoedi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah rumah di kawasan Mriyan X, Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kebakaran perabot rumah secara misterius. Sejak Sabtu (23/5/2026) hingga Kamis (28/5/2026), telah terjadi 39 kali kebakaran di 34 titik berbeda di rumah itu.

Pemilik rumah, Mutfiana, menceritakan dirinya sudah lebih dari 10 tahun tinggal di rumah berlantai dua tersebut. Selain difungsikan sebagai tempat tinggal, rumah itu juga dipakai untuk tempat usaha pemotongan ayam broiler.

Namun, kejadian aneh berupa terbakarnya sejumlah perabot rumah secara misterius ini baru mulai terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.

"Pertama kejadiannya Sabtu dini hari. Waktu itu, ada kain di rumah yang tiba-tiba terbakar. Padahal, waktu itu tidak ada yang mainan korek api ataupun menyalakan kompor. Apinya lumayan besar," kata Mutfiana kepada kontributor Tirto, Kamis (28/5/2026).

Mutfiana menuturkan pada Sabtu itu, kejadian kebakaran terus berulang terjadi hingga 11 kali. Api paling besar terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, tiba-tiba sofa di ruang tamu terbakar dan apinya menjalar hingga ke bagian atas rumah. Beruntung api berhasil dipadamkan.

"Dalam 26 jam, ada 11 kali kebakaran," terang Mutfiana.

Usai rentetan kebakaran ini, pada Minggu (24/5/2026), personel Gegana Satbrimob Polda DIY melakukan pengecekan ke lokasi. Saat itu, tim Gegana menduga rentetan kebakaran ini terjadi karena ada kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank.

Kebakaran Rumah Sleman Misterius

perabot dan bagian rumah yang terbakar misterius. foto/cahyo purnomoedi

"Sama tim Gegana disarankan untuk menguras septic tank dan mengganti pipa-pipa. Saat itu, langsung kami lakukan. Ada tiga septic tank di rumah kami. Satu untuk rumah depan, satu untuk rumah belakang, dan satu lagi untuk limbah pembuangan pemotongan ayam," urai Mutfiana.

Usai septic tank dikuras, kebakaran misterius ini masih tetap terjadi hingga Kamis (28/5/2026).

"Hingga saat ini, sudah kebakaran sebanyak 39 kali di 34 titik berbeda. Barang yang kebakar macam-macam, ada furniture, lemari, pakaian, tikar, dan barang-barang mudah terbakar lainnya. Anehnya yang terbakar itu bagian atasnya dulu," ungkap Mutfiana.

"Kebakarannya kadang pagi, siang, sore, tapi paling sering malam hari. Itu pas kebakar tidak ada suara ledakan. Tidak ada percikan api, tahu-tahu barang kebakar saja. Makanya kita gantian jaga ini. Biar kalau ada barang yang kebakar bisa langsung kami padamkan apinya," imbuh Mutfiana.

Demi menjaga keamanan keluarganya, Mutfiana memindahkan sementara keluarganya ke ruko yang ada di sebelah rumahnya. Mutfiana juga masih intens berkomunikasi dengan tim Gegana terkait kebakaran misterius di rumahnya ini.

"Kalau kata Tim Gegana kebakaran masih terjadi karena menunggu habisnya sisa-sisa gas metana. Itu hilangnya gas metana katanya bisa dalam hitungan minggu bahkan bulan," tutur Mutfiana.

Usai tersiar kabar rumahnya menjadi korban teror api, Mutfiana mengaku banyak orang yang datang. Bahkan, sejumlah orang yang mengaku dirinya dukun pun berdatangan.

"Kalau dukun yang datang banyak. Mereka bilang penyebabnya inilah, itulah. Saya dengarkan saja. Pas malam kapan itu, malah ada rombongan dukun yang datang, malah kayak wisata. Ada juga yang katanya narik pusaka juga," ucap Mutfiana.

Mutfiana berharap agar teror api di rumahnya ini bisa segera berakhir.

“Harapan saya bisa segera berakhirlah. Capek kalau begini terus keadaannya," tutup Mutfiana.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Fadrik Aziz Firdausi