Menuju konten utama

Aceh Tengah Masih Sulit Dijangkau, Bantuan Dikirim Lewat Udara

Bantuan yang dikirim hari ini berupa 4 ton solar dan paket makanan seberat 10 ton.

Aceh Tengah Masih Sulit Dijangkau, Bantuan Dikirim Lewat Udara
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 4 ton atau 20 drum tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Selasa (9/12). Sumber: BNPB

tirto.id - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Pada Selasa (9/12/2025), sebanyak 4 ton atau 20 drum solar diterbangkan menggunakan pesawat CN TNI AU menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

“Nantinya akan didistribusikan ke dua kabupaten, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah guna memenuhi pasokan BBM di kedua wilayah tersebut,” kata Aam, sapaan Abdul Muhari, lewat keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

Selain BBM, bantuan makanan seberat 10 ton juga dikirim pada hari yang sama dengan pesawat Hercules TNI AU.

Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pos Pendamping Nasional di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Dua daerah ini masih mengalami keterbatasan akses melalui jalur darat.

Pos pendampingan nasional terus mengoptimalkan distribusi bantuan menggunakan jalur udara ke daerah yang sulit dijangkau.

Langkah ini, kata Aam, menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Dalam konferensi pers sehari sebelumnya, Pertamina menyampaikan bahwa pasokan BBM ke wilayah-wilayah terdampak di Aceh terus diupayakan melalui jalur darat dan udara.

“Hanya ke Aceh Tengah yang masih terbatas akses daratnya, yang lain tidak ada masalah untuk jalur darat dan udara. Kami menemukan jalur-jalur di wilayah Aceh barat daya yang depotnya itu di Meulaboh,” kata Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh, Misbah Bukhori.

Misbah menyebut pemulihan SPBU telah mencapai 90 persen—174 SPBU kembali beroperasi normal, sementara 18 masih belum bisa beroperasi.

“Secara bertahap, kami komitmen dengan tim-tim terkait yang membuka jalur untuk terus mengoptimalkan pengiriman walaupun bukan pakai mobil tangki, tapi mobil pick up dengan wadah yang kita bawa seperti toren ukuran satu ton,” terangnya.

Sementara itu, upaya penanganan darurat di berbagai titik di Aceh masih berlangsung. Pemerintah terus memperbaiki akses jalan menggunakan alat berat, membangun jembatan bailey, membersihkan material longsor, dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi