Menuju konten utama

Aboe Bakar PKS Mengaku Salah & Minta Maaf ke Warga Madura

Dalam rapat Komisi III DPR RI, Aboe Bakar meminta BNN mengawasi peredaran narkotika di pesantren-pesantren yang ada di Madura.

Aboe Bakar PKS Mengaku Salah & Minta Maaf ke Warga Madura
Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi di Kantor DPP PKS pada Selasa (12/9/2023). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Aboe Bakar diperiksa terkait pernyataannya dalam rapat kerja dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sempat memicu polemik di publik, khususnya di kalangan masyarakat Madura.

Usai pemeriksaan oleh MKD, Aboe menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para kiai, ulama, dan masyarakat di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Ia mengakui ada kekeliruan dalam cara penyampaian pernyataannya yang kemudian menimbulkan multitafsir.

“Bismillahirrahmanirrahim. Saudara, kawan-kawan media dan saudara-saudara saya yang tercinta mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep, eh Pamekasan, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan, saya minta maaf,” kata Aboe sembari menitikkan air mata usai menjalani sidang MKD di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Aboe menjelaskan, pemanggilan dirinya oleh MKD berkaitan dengan potongan video pernyataannya dalam rapat kerja bersama BNN. Potongan tersebut kemudian beredar dan memicu reaksi dari masyarakat.

“Yang kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya di kalangan ulama dan masyarakat Madura. Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan, ya,” ucapnya.

Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyudutkan ulama maupun pesantren. Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks kekhawatiran terhadap penyebaran narkoba yang dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan keagamaan.

“Untuk itu saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun, saya ulangi, tidak ada niat sedikit pun, saya untuk menghina, mendiskreditkan para ulama, enggak ada. Itu guru-guru yang saya cintai semua, yang saya hormati dan saya hargai,” ucapnya.

Aboe juga menyebut akan mendatangi para tokoh yang merasa kecewa untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati maksud saya, dalam menyampaikan pandangan ke ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan dan marwah sebagai anggota DPR Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026), Aboe Bakar mengatakan bahwa BNN harus berkolaborasi dengan lembaga lainnya, dan mempelajari cara kerja peredaran narkotika, yang sudah merambah ke berbagai lapisan.

Dia pun mencontohkan bahwa diduga ada ulama-ulama dan pesantren-pesantren di Madura yang terlibat dengan narkotika. Dia pun meminta kepada BNN untuk mengecek dan mengonfirmasi kebenaran informasi itu.

"Saya khawatir yang bermain-main ini yang punya posisi atau pebisnis besar," kata Aboe sebagaimana dilansir Antara.

Baca juga artikel terkait MKD DPR atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto