tirto.id - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) tengah mempersiapkan penerapan asuransi parametrik benacna sebagai salah satu produk inovatif di industri asuransi yang saat ini juga tengah digodok pemerintah.
Asuransi parametrik merupakan jenis asuransi yang pembayaran klaimnya dipicu oleh terjadinya peristiwa atau parameter objektif yang dapat diukur—seperti curah hujan ekstrem atau gempa bumi dengan skala tertentu—bukan berdasarkan penilaian kerugian aktual.
Ketua Umum AASI Rudy Kamdani mengatakan, dalam waktu dekat standar polis untuk produk tersebut diharapkan dapat diluncurkan.
“Karena asosiasi saja pun sudah menyiapkan parametrik itu. Makanya saya bilang di salah satu program kerja kami dari asosiasi syariah ini, menyiapkan policy yang standar. Jadi tidak ada perbedaan,” kata Rudy saat ditemui di Kantor AAJI, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya asosiasi untuk tidak hanya menunggu permintaan pasar, tetapi juga bersikap lebih proaktif dan inovatif dalam mengembangkan produk asuransi.
“Tapi kami sudah mempersiapkan. Kita sudah menyiapkan polis-polisnya, standarisasi. Supaya sama. Jangan berbeda-beda. Tapi mudah-mudahan ada sesuatu yang baru tahun ini. Entah itu tahun ini atau tahun depan,” ujarnya.
Selain itu, AASI juga tengah mengkaji penerapan asuransi parametrik untuk sektor pertanian. Menurut Rudy, langkah ini penting mengingat besarnya potensi Indonesia sebagai negara agraris.
"Kadang-kadang kan kita hanya nunggu. Tapi sebenarnya kadang-kadang kita juga harus lebih inovatif. Apa sih potensi-potensi di Indonesia?" ujarnya.
Ia menekankan bahwa selain edukasi kepada masyarakat, ketersediaan produk yang tepat juga menjadi kunci pengembangan asuransi di Tanah Air.
"Jadi produk harus kita siapkan juga. Jangan kebanyakan sifatnya cuma asuransi jiwa, kendaraan motor. Tapi apa yang negara kita kan negara agraris. Ada yang bisa kita lakukan dengan membantu misalnya para petani dan segala macam. Nah itu juga bisa," jelasnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































