Menuju konten utama

9,87 Juta Wajib Pajak Sudah Aktifkan Akun Coretax

Mayoritas aktivasi akun coretax berasal dari Wajib Pajak Orang Pribadi, dengan jumlah mencapai 8.982.299.

9,87 Juta Wajib Pajak Sudah Aktifkan Akun Coretax
Petugas melayani warga saat konsultasi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/tom.

tirto.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkapkan bahwa sebanyak 9,87 juta wajib pajak telah melakukan aktivasi akun Coretax hingga Senin (29/12/2025).

Jumlah tersebut masih berjarak dari target yang ditetapkan, yaitu sekitar 14 juta aktivasi hingga masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT).

“Kami teruskan update jumlah wajib pajak yang sudah aktivasi akun Coretax per 29 Desember 2025 sebanyak 9.871.709 wajib pajak,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Dari total tersebut, mayoritas aktivasi berasal dari Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang mencapai 8.982.299. Sementara itu, Wajib Pajak Badan tercatat sebanyak 801.117, diikuti instansi pemerintah sebanyak 88.072, serta pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebanyak 221.

Rosmauli menjelaskan bahwa target sekitar 14 juta aktivasi ditetapkan untuk periode hingga pelaporan SPT. “Sebetulnya kita menargetkan sampai nanti SPT, pada saat pelaporan SPT sih,” ujarnya.

Untuk mempercepat pencapaian target, DJP telah menjalankan beberapa strategi. Salah satunya dengan mendorong peran pemberi kerja untuk membantu karyawannya mengaktifkan akun Coretax.

Upaya ini juga didukung oleh Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 7 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengaktifkan akun tersebut sebelum 31 Desember 2025.

“Kemudian kita juga lakukan sosialisasi dengan asosiasi-asosiasi,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait PAJAK atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana