tirto.id - Banjir setinggi hingga 1,8 meter merendam permukiman warga di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (5/5/2026). Peristiwa ini kembali berulang seiring hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak awal pekan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan ratusan rumah warga terendam akibat meluapnya Kali Bendungan Polor yang menerima kiriman air dari wilayah hulu, termasuk Bogor.
“Debit air yang terus meningkat kemudian melimpas ke permukiman warga yang datarannya lebih rendah. Sebagian warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga barang berharganya,” ujar Mahdiar.
Data sementara mencatat sekitar 700 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di sedikitnya tiga hingga empat rukun warga (RW), dengan ketinggian air bervariasi antara 40 sentimeter hingga 180 sentimeter.
Sebagian warga memutuskan bertahan, namun tidak sedikit pula yang memilih mengungsi. Hingga Selasa siang, sekitar 200 warga telah dievakuasi ke sejumlah titik aman.
Lurah Petir, Budi Wasono, menyebut wilayah terdampak meliputi RW 05, RW 06, dan RW 07. Ia memastikan kondisi pengungsi dalam keadaan sehat.
“Sudah rutin banjir kalau hujan deras. Sekitar 700 KK terdampak di wilayah kami,” kata Budi.
Menurut dia, faktor utama banjir masih sama, yakni tingginya debit air Kali Bendungan Polor yang melimpas ke kawasan permukiman dengan kontur lebih rendah.
Di lokasi lain di Kelurahan Petir, tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan RT 02/RW 06, banjir bahkan dilaporkan mencapai sekitar 140 sentimeter.
Petugas gabungan dari BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta unsur TNI dan Polri melakukan evakuasi menggunakan perahu sejak pukul 10.10 WIB.
Sebanyak 60 KK dari titik tersebut telah mengungsi di dua lokasi, yakni Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Musala Al Maarif.
Salah satu warga Kampung Candulan, Heri, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sejak Senin (4/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur sejak sore.
“Air mulai masuk sekitar pukul 10 malam. Dari sore memang hujan sudah lumayan tinggi di sini,” kata dia.
Heri mengaku terpaksa mengungsi karena ketinggian air terus meningkat dan tidak kunjung surut. Ia bersama warga lain berharap ada solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang kerap berulang.
Petugas hingga kini masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































