tirto.id - Di era digital, aktivitas investasi semakin mudah diakses. Hanya dengan sebuah aplikasi di ponsel, siapa pun bisa mulai berinvestasi pada saham, reksa dana, obligasi, emas, hingga aset crypto. Meski demikian, faktor keamanan tetap menjadi hal terpenting.
Jika kamu tertarik trading crypto, maka langkah awal yang harus kamu lakukan adalah memilih aplikasi crypto terbaik, yang menyediakan fitur yang lengkap. Di mana kamu bisa melakukan analisa harga fartcoin pada grafik candlestick.
Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur altcoin season index untuk kamu yang ingin mengetahui sejauh mana kinerja dan dominasi aset crypto terhadap Bitcoin dalam jangka waktu tertentu. Semenntara itu, agar dana yang ditanam benar-benar terlindungi, kamu juga harus perhatikan legalitasnya.
7 Aplikasi Trading Terdaftar di OJK
Berikut 7 aplikasi trading resmi di Indonesia yang cocok untuk pemula maupun investor berpengalaman, di antaranya adalah:
1. Pintu
Pintu adalah salah satu aplikasi investasi aset crypto paling populer di Indonesia. Aplikasi ini sudah terdaftar resmi di Bappebti dengan nomor 178/BAPPEBTI/CP-AK/05/2022. Dari sisi tampilan, Pintu memang dirancang sederhana sehingga sangat ramah bagi pemula.
Pintu adalah aplikasi crypto yang telah diunduh lebih dari 9 juta kali dan memiliki banyak pilihan aset dengan lebih dari 320+ token, serta telah resmi terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan fitur yang lengkap, Pintu cocok bagi investor pemula maupun trader profesional dan aktif.
Aplikasi ini mendukung berbagai aset populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, serta menyediakan fitur tambahan seperti Pintu Earn dan Auto DCA untuk menabung crypto, Pintu Academy untuk belajar crypto, Pintu Pro untuk trading dengan fitur advanced di desktop maupun HP.
Pintu Pro adalah platform trading crypto lengkap yang memiliki fitur Spot dan Futures dalam satu platform, serta telah teregulasi resmi. Dengan Pintu Futures, trader dapat trading secara fleksibel dan efisien dengan memanfaatkan leverage hingga 25x untuk menangkap peluang di berbagai kondisi pasar baik saat harga naik maupun turun.
Tersedia juga versi web trading yang cepat, dilengkapi dengan fitur advanced trading yang lengkap seperti chart, limit order, trading futures, perpetual contracts dan margin trading. Kelebihan ini menjadikan Pintu Pro cocok untuk trader aktif dan profesional.
Dengan Pintu Futures, trader dapat trading secara fleksibel dan efisien dengan memanfaatkan leverage untuk menangkap peluang di berbagai kondisi pasar baik saat harga naik maupun turun. Tersedia juga versi web trading yang cepat, dilengkapi dengan fitur advanced trading yang lengkap seperti chart, limit order, trading futures, perpetual contracts dan margin trading. Kelebihan ini menjadikan Pintu Pro cocok untuk trader aktif dan profesional.
2. Stockbit
Pada awalnya populer sebagai forum diskusi saham. Kini, Stockbit berkembang menjadi aplikasi trading saham terintegrasi dengan Sinarmas Sekuritas, yang sudah mendapat izin resmi dari OJK dengan nomor registrasi KEP-126/PM/1992.
Stockbit unik karena menggabungkan fitur komunitas, edukasi, dan trading nyata dalam satu aplikasi. Bagi pemula, tersedia fitur virtual trading untuk belajar tanpa risiko kehilangan uang. Selain itu, komunitas yang aktif membantu pengguna mendapatkan insight dari investor lain.
Untuk investor profesional, Stockbit menyediakan analisis fundamental dan teknikal yang cukup lengkap. Untuk memulai trading saham di Stockbit, investor perlu melakukan setoran awal minimal sebesar Rp100 ribu, menjadikannya cukup terjangkau dibandingkan sekuritas konvensional.
3. Bibit
Aplikasi yang berfokus pada investasi reksa dana. Bibit sudah mendapat izin dari OJK dengan nomor KEP-13/PM.21/2019 melalui PT Bibit Tumbuh Bersama.
Keunggulan Bibit terletak pada fitur robo advisor, yang secara otomatis menyesuaikan portofolio investasi sesuai dengan profil risiko pengguna.
Hal ini memudahkan pemula yang sering kali bingung memilih produk reksa dana. Bibit juga mendukung metode pembayaran fleksibel, mulai dari transfer bank hingga e-wallet, sehingga investasi menjadi lebih praktis.
Modal awal untuk memulai di Bibit sangat rendah, yakni hanya Rp10 ribu. Dengan angka ini, siapa pun bisa mulai berinvestasi secara bertahap sambil belajar mengenal instrumen keuangan.
4. Mandiri Sekuritas (MOST)
Menghadirkan aplikasi bernama MOST (Mandiri Online Securities Trading), yang sudah terdaftar resmi di OJK dengan nomor KEP-12/PM/1992. Sebagai bagian dari Bank Mandiri, aplikasi ini menawarkan keamanan dan reputasi yang kuat di pasar modal Indonesia.
MOST menyediakan akses ke saham, obligasi, maupun reksa dana. Investor pemula akan terbantu dengan layanan edukasi dan customer service profesional, sementara investor berpengalaman mendapat manfaat dari laporan riset dan jaringan luas Mandiri.
Namun, modal awal untuk membuka akun di MOST relatif lebih besar dibandingkan aplikasi lain. Setoran minimal untuk membuka rekening saham di Mandiri Sekuritas adalah Rp2 juta.
5. Ajaib
Aplikasi investasi yang menawarkan dua layanan sekaligus: saham dan reksa dana. Ajaib sudah berizin resmi dari OJK dengan nomor KEP-17/PM.21/2018, serta menjadi anggota Bursa Efek Indonesia.
Bagi pemula, aplikasi Ajaib menghadirkan antarmuka sederhana sehingga proses pembelian saham tidak terasa rumit. Sementara itu, investor berpengalaman dapat memanfaatkan fitur analisis saham real-time dan data pasar yang tersedia.
Untuk reksa dana, modal awal yang diperlukan di Ajaib adalah Rp10 ribu. Sedangkan bagi investor saham, setoran awal minimal ditetapkan sebesar Rp100 ribu, sehingga cukup ramah untuk pemula yang baru memulai perjalanan di pasar modal.
6. Bareksa
Marketplace investasi online yang menyediakan berbagai produk reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN). Aplikasi ini sudah terdaftar di OJK dengan nomor KEP-49/PM.21/2017, dan bahkan menjadi mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan RI untuk penjualan obligasi negara.
Modal awal untuk mulai berinvestasi di Bareksa bervariasi tergantung produk. Untuk reksa dana, pengguna bisa mulai dengan Rp50 ribu, sementara untuk pembelian SBN biasanya dimulai dari Rp1 juta sesuai ketentuan pemerintah.
7. BCA Sekuritas (BCAS Best Mobile)
Dengan aplikasinya bernama BCAS Best Mobile. Aplikasi ini beroperasi di bawah Grup BCA dan sudah memiliki izin dari OJK dengan nomor registrasi KEP-86/PM/1992. Sebagai bagian dari salah satu bank terbesar di Indonesia, BCA Sekuritas menawarkan integrasi penuh dengan layanan BCA.
Investor dapat mengakses saham, obligasi, hingga reksa dana dalam satu aplikasi dengan biaya transaksi yang kompetitif. Selain itu, laporan riset pasar modal yang disediakan menjadi nilai tambah bagi investor berpengalaman.
Untuk membuka akun di BCA Sekuritas, setoran awal yang diperlukan adalah Rp3 juta. Meski lebih tinggi dibandingkan aplikasi lain, modal ini sejalan dengan reputasi serta layanan premium yang ditawarkan.
Itulah 7 aplikasi trading yang terdaftar di OJK, sehingga aman untuk pemula dan profesional. Dengan modal yang bervariasi, investor dapat memilih aplikasi sesuai kebutuhan, tujuan, dan kapasitas finansial mereka.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id




























