tirto.id - Lima orang mahasiswa UGM dan seorang mahasiswa UNY menjadi korban kekerasan saat melakukan aksi demonstrasi di Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). Keenam mahasiswa yang menjadi peserta aksi ini mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di RS.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna menjelaskan lima mahasiswa UGM ini sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih. Dari lima orang, ada satu orang mengalami luka robek di dahi. Kemudian ada satu mahasiswa mengalami luka robek di bibir.
Ketua Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM Mesa Syafitra juga sempat menjadi sasaran kekerasan orang tak dikenal. Mesa, menjadi sasaran penyemprotan cairan merica di bagian mata. Pelaku saat menyemprotkan cairan merica ini memakai rompi bertuliskan 'Jaga Warga'.
Wakil Rektor Sentil Tanggung Jawab Aparat Kepolisian
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna (Kemeja Hitam) dan Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni Arie Sujito (kemeja coklat). tirto.id/Cahyo PE

Merespons situasi ini, Arie Sujito selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM menyayangkan tindakan kekerasan dari massa yang menyebabkan sejumlah peserta aksi menjadi korban. Arie menilai segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan dilakukan.
Arie menilai kekerasan yang terjadi saat demonstrasi di Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman ini juga sebenarnya bisa dicegah. Hal ini dikarenakan di lokasi massa berdemo ada aparat kepolisian yang berjaga.
"Di situ ada aparat kepolisian yang punya tanggung jawab untuk melindungi mahasiswa maupun masyarakat secara keseluruhan. Saya kira ini bagian dari tanggung jawab [polisi] dan memang secara hukum harus dilakukan," tegas Arie.
Arie menerangkan ada sejumlah catatan yang digarisbawahinya dalam aksi kekerasan yang menyebabkan 5 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa UNY mengalami luka. Catatan yang penting adalah jangan membenturkan mahasiswa dengan kelompok masyarakat.
Arie menambahkan pihak UGM berencana akan melakukan upaya hukum sebagai bagian dari advokasi terhadap mahasiswa yang menjadi korban kekerasan. Proses advokasi dengan menggandeng sejumlah pihak ini sedang dipertimbangkan oleh pihak UGM.
"Rencananya kayak gitu. Lagi nyiapin [upaya hukum]," tutup Arie.
Penulis: Cahyo PE
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































