Menuju konten utama

40 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi

Puluhan jemaah itu belum bisa dipulangkan dan sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah.

40 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi
Jamaah haji dari berbagai negara memadati Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). Jamaah haji memanfaatkan waktu tunggu untuk kepulangan ke negara masing-masing dengan beribadah di Masjidil Haram. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nym.

tirto.id - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 H telah selesai seiring kepulangan kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia pada 11 Juli 2025, kemarin. Akan tetapi, sejumlah jemaah yang sakit masih harus melakukan perawatan di sejumlah rumah sakit Arab Saudi.

Konsul Haji pada Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan ada sekitar 40 jemaah yang belum bisa dipulangkan dan sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah. Dia memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada jemaah haji.

“Tahun ini, pasca operasional haji, ada 40 jemaah yang dirawat di RSAS Arab Sudi. Enam jemaah dirawat di rumah sakit yang ada di Makkah, enam jemaah di rumah sakit yang ada di Jeddah, satu jemaah di rumah sakit Riyad, dan 27 jemaah dirawat di rumah sakit yang ada di Madinah,” kata Nasrullah Jasam dalam keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).

Menurut Nasrullah, jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi ini berasal dari sejumlah embarkasi. Ada satu jemaah dari Embakasi Banjarmasin (BDJ) dan Kertajati (KJT); dua jemaah dari Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG), Embarkasi Lombok (LOP), dan Embarkasi Padang (PDG).

Kemudian, tiga jemaah dari Embarkasi Makassar (UPG); empat jemaah dari Embarkasi Batam (BTH); serta lima jemaah dari Embarkasi Aceh (BTJ), Embarkasi Palembang (PLM), Jakarta – Bekasi (JKS), Embarkasi Solo (SOC), dan juga Embarkasi Surabaya (SUB).

Nasrullah mengatakan jemaah yang sedang menjalani perawatan itu akan dipulangkan setelah mendapatkan surat keterangan layak terbang dari Rumah Sakit Arab Saudi. Adapun saat ini, jemaah masih dilakukan penampingan dan pemantauan.

“Jemaah ini nanti akan kita pantau terus keadaannya. Jika sudah mendapatkan medif atau surat keterangan layak terbang akan dipulangkan, baik dalam posisi duduk atau berbaring dengana dibantu pendamping dari KUH Jeddah,” katanya.

Lebih jauh, Nasrullah mengatakan pihaknya menyediakan layanan bagi keluarga yang ingin mengetahui keadaan jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi. Hal ini dengan mempersiapkan tim penghubung untuk memberikan informasi, baik di Madinah, Makkah, maupun Jeddah.

"Saat ini, ada juga lima perawat Indonesia yang ada di Saudi dan kita rekruit untuk membantu memantau perkenbangan kondisi kesehatan jemaah haji," ucapnya.

Berikut daftar nama dan nomor kontak tim penghubung KUH dan Tim Perawat:

1. Ahmad Hasidin (Tim KUH di Madinah): +966 50 300 6176

2. Hesti (Perawat di Madinah): 0535132495

3. Dwi (Perawat di Madinah): 0535495392

4. Misbah Baharun (Tim KUH di Makkah): +966 56 155 2687

5. Fitri (Perawat di Makkah): 0534992418

6. Meyka (Peeawat di Makkah): 0506393462

7. Azzam Mahfudz (Tim KUH di Jeddah): +62 535 161741

8. Devi Kania (Perawat di Jeddah): 0538639658

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama