tirto.id - Empat kecamatan di Kabupaten Melawai, Provinsi Kalimantan Barat, dilanda banjir pada Kamis (8/1/2026), pukul 05.35 WIB. Peristiwa banjir ini terjadi setelah adanya hujan dengan intensitas lebat yang melanda wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa banjir tersebut masih menggenang beberapa kecamatan hingga sore hari. Meski demikian, berdasarkan pantauan mereka, tak ada kenaikan tinggi muka air.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa wilayah kecamatan yang dilanda bencana yaitu di Kecamatan Tanah Pinoh dengan empat desa, Kecamatan Tanah Pinoh Barat dengan tujuh desa, Kecamatan Belimbing dengan dua desa, serta Kecamatan Ella Hilir dengan satu desa. Sehingga total ada 14 desa yang terdampak banjir.
"Personel BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Di samping itu, para personel memberikan informasi kewaspdaan di wilayah-wilayah yang berpotensi berdampak lebih buruk," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (9/1/2026).
Abdul mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara populasi terdampak di empat kecamatan mencapai 1.027 kepala keluarga.
Selain bencana banjir, Dia menyebut hujan juga memicu terjadi tanah longsor hingga menutup akses jalan di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir. Pembukaan akses jalan yang tertimbun material longsor masih menunggu bantuan alat berat ke lokasi terdampak.
"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspda dan siaga. Prakiraan cuaca dua hari ke depan di wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat," kata Abdul.
BNPB berharap sumber daya di wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mengantisipasi potensi dampak bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Katanya, kesiapan personel, serta dukungan peralatan dan perlengkapan dipastikan berfungsi dengan baik.
BPBD juga mengatakan apabila warga harus evakuasi, mereka akan memastikan proses dan lokasi evakuasi yang aman.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id



























