Menuju konten utama

3.600 Warga Aceh Tengah Terisolasi, Status Darurat Diperpanjang

Perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh Tengah berlaku mulai 23 hingga 29 Januari 2026.

3.600 Warga Aceh Tengah Terisolasi, Status Darurat Diperpanjang
Warga melintas jembatan darurat di kecamatan Ketol, Aceh Tengah. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang masa penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Perpanjangan ini berlaku selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Januari 2026, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor 360/8/BPBD/2026.

Perpanjangan status darurat tersebut dilakukan menyusul masih adanya sejumlah desa yang terisolir akibat dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan bahwa hingga saat ini akses ke beberapa kampung masih belum sepenuhnya pulih.

"Masih ada kampung yg terisolir," ujar Mustafa, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang dirilis pada Rabu, 21 Januari 2026, tercatat sebanyak 10 desa masih terisolir dan tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Linge, Ketol, dan Silih Nara.

Rinciannya, empat desa di Kecamatan Ketol dan satu desa di Kecamatan Silih Nara belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara itu, lima desa lainnya di Kecamatan Linge baru dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 3.600 jiwa masih terisolasi. Mereka hanya dapat bergantung pada upaya penanganan darurat dari pemerintah daerah.

Mustafa menjelaskan, kondisi di lapangan masih bersifat dinamis. Sejumlah titik longsor dan jalan amblas yang sebelumnya telah dibersihkan berpotensi kembali rusak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau dilalui kendaraan dengan beban berat.

"Tapi kondisi memang dinamis, titik longsor atau jalan yang amblas masih berpotensi terjadi, kalau curah hujan tinggi atau beban kendaraan yg lewat," ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan jumlah desa yang terisolasi masih mungkin terjadi, meskipun tidak signifikan.

"Jadi titik kampung terisolir bisa bertambah bisa berkurang, tp perubahannya gak signifikan," tambah Mustafa.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sembari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

===========

Kontributor: Nadim

Penulis: Nadim

Baca juga artikel terkait BANJIR ACEH atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Siti Fatimah