tirto.id - Sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) pagi. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dipantau melalui Magma Indonesia dan Badan Geologi, erupsi tercatat terjadi di Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Gunung Ili Lewotolok menjadi salah satu gunung api dengan aktivitas erupsi yang berulang pada pagi ini, dengan sejumlah letusan tercatat sejak pukul 00.57 WITA hingga 09.06 WITA. Gunung Ibu juga mengalami beberapa kali erupsi sejak dini hari, sedangkan Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sejak pukul 00.26 WIB.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau untuk mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari Badan Geologi atau PVMBG serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Update Gunung Api yang Erupsi Jumat, 11 September 2026
Berdasarkan laporan dari Magma Indonesia dan akun Threads Badan Geologi, terdapat tiga gunung api yang tercatat mengalami erupsi pada Jumat, 11 September 2026, antara lain:
1. Gunung Ili Lewotolok: Nusa Tenggara Timur
00:57 WITA: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan berlangsung 70 detik, tetapi visual kolom abu tidak teramati.02:08 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 mdpl, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 63 detik.
02:21 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 94 detik.
07:09 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 60 detik.
08:02 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Durasi erupsi 70 detik.
09:06 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak atau 2.123 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dan berlangsung 85 detik.

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok pada Jumat pagi berlangsung berulang sejak dini hari hingga pagi. Salah satu erupsi juga dilaporkan disertai dentuman kuat yang menimbulkan getaran pada bangunan di sekitar pos pengamatan.
Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
2. Gunung Ibu: Maluku Utara
00:49 WIT: Kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 1.725 mdpl. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Durasi erupsi 48 detik.08:56 WIT: Erupsi dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 41 detik. Visual letusan tidak teramati.
08:58 WIT: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 45 detik. Visual dan tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Gunung Ibu juga tercatat mengalami beberapa kali erupsi pada Jumat, 11 September 2026. Pada erupsi pukul 00:49 WIT, kolom abu masih dapat diamati hingga sekitar 400 meter di atas puncak, sedangkan dua erupsi pada pukul 08:56 dan 08:58 WIT tidak disertai visual kolom letusan yang teramati.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker dan pelindung mata serta mengikuti arahan pemerintah daerah.
3. Gunung Semeru: Jawa Timur
00:26 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.04:27 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.
05:05 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.
06:16 WIB: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berlangsung 187 detik. Visual letusan tidak teramati.
Gunung Semeru juga mengalami rangkaian aktivitas erupsi sejak dini hari. Beberapa laporan pada pukul 00:26, 04:27, dan 05:05 WIB menyebut erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat, sedangkan erupsi pukul 06:16 WIB kemudian terekam dengan durasi 187 detik.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































