Menuju konten utama

3 Gunung Api Erupsi Hari Ini, Ada Ili Lewotolok hingga Semeru

Gunung Ili Lewotolok, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru tercatat erupsi pada Jumat pagi, 11 September 2026, berdasarkan laporan Magma Indonesia.

3 Gunung Api Erupsi Hari Ini, Ada Ili Lewotolok hingga Semeru
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami 29 kali gempa letusan/erupsi, empat kali gempa guguran, dan empat kali gempa harmonik, sementara masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, serta radius lima kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) pagi. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dipantau melalui Magma Indonesia dan Badan Geologi, erupsi tercatat terjadi di Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

Gunung Ili Lewotolok menjadi salah satu gunung api dengan aktivitas erupsi yang berulang pada pagi ini, dengan sejumlah letusan tercatat sejak pukul 00.57 WITA hingga 09.06 WITA. Gunung Ibu juga mengalami beberapa kali erupsi sejak dini hari, sedangkan Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sejak pukul 00.26 WIB.

Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau untuk mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari Badan Geologi atau PVMBG serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Update Gunung Api yang Erupsi Jumat, 11 September 2026

Berdasarkan laporan dari Magma Indonesia dan akun Threads Badan Geologi, terdapat tiga gunung api yang tercatat mengalami erupsi pada Jumat, 11 September 2026, antara lain:

1. Gunung Ili Lewotolok: Nusa Tenggara Timur

00:57 WITA: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan berlangsung 70 detik, tetapi visual kolom abu tidak teramati.

02:08 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 mdpl, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 63 detik.

02:21 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 94 detik.

07:09 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat. Durasi erupsi 60 detik.

08:02 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Durasi erupsi 70 detik.

09:06 WITA: Erupsi dengan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak atau 2.123 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dan berlangsung 85 detik.

Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Ile Lewotolok

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok pada Jumat pagi berlangsung berulang sejak dini hari hingga pagi. Salah satu erupsi juga dilaporkan disertai dentuman kuat yang menimbulkan getaran pada bangunan di sekitar pos pengamatan.

Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

2. Gunung Ibu: Maluku Utara

00:49 WIT: Kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 1.725 mdpl. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Durasi erupsi 48 detik.

08:56 WIT: Erupsi dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 41 detik. Visual letusan tidak teramati.

08:58 WIT: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 45 detik. Visual dan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Gunung Ibu juga tercatat mengalami beberapa kali erupsi pada Jumat, 11 September 2026. Pada erupsi pukul 00:49 WIT, kolom abu masih dapat diamati hingga sekitar 400 meter di atas puncak, sedangkan dua erupsi pada pukul 08:56 dan 08:58 WIT tidak disertai visual kolom letusan yang teramati.

BPBD imbau warga Halmahera Barat tingkatkan kewaspadaan

Gunung ibu mengeluarkan abu vulkanik dari kawah gunung terlihat dari Desa Tongute Sungi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (16/1/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 6 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif serta tetap meningkatkan kewaspadaan akan adanya aktivitas vulkanis gunung Ibu. ANTARA FOTO/Andri Saputra/nz.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker dan pelindung mata serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

3. Gunung Semeru: Jawa Timur

00:26 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.

04:27 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.

05:05 WIB: Erupsi terjadi dan saat laporan dibuat masih berlangsung. Visual letusan tidak teramati.

06:16 WIB: Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berlangsung 187 detik. Visual letusan tidak teramati.

Gunung Semeru juga mengalami rangkaian aktivitas erupsi sejak dini hari. Beberapa laporan pada pukul 00:26, 04:27, dan 05:05 WIB menyebut erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat, sedangkan erupsi pukul 06:16 WIB kemudian terekam dengan durasi 187 detik.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra