tirto.id - Sebanyak 19 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat pada Senin (10/11/2025). Jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui pada 09.15 WIB.
Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RS Yarsi Jakarta, Henny Rusniawaty, mengatakan bahwa para korban yang mendapatkan perawatan di RS Yarsi memiliki kondisi yang berbeda-beda yang dikategorikan kepada merah, kuning, dan hijau.
“Kategori merah (kritis) 1 orang, mengalami luka bakar dan trauma pada area perut dan punggung, sehingga perlu dilakukan operasi segera. Terdapat kategori kuning (sedang) sebanyak 15 orang mengalami trauma gendang telinga, dan 3 orang menerima perawatan rawat jalan,” kata Henny dalam keterangan yang diterima Tirto, Senin (10/11/2025).
Menurut Henny, seluruh pasien yang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Yarsi akan mendapatkan tindakan Hiperbarik untuk pemulihan lanjutan. Terapi Hiperbarik merupakan tindakan medis yang dilakukan dengan memberikan oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi.
“Tujuannya adalah untuk mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak, meningkatkan suplai oksigen ke seluruh sel tubuh, serta membantu memperbaiki fungsi pendengaran pada pasien dengan trauma gendang telinga akibat perubahan tekanan atau ledakan,” jelas Henny.
Selain itu, Henny juga menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas tambahan dan ruang perawatan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan yang dirujuk dari lokasi kejadian.
Diketahui, ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat di masjid sekolah. Ledakan ini telah mengakibatkan puluhan orang terluka yang langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. Sementara itu, pihak kepolisian masih menjalani penyelidikan atas kejadian ini.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































