Menuju konten utama

13,5 Ton Cengkeh Terkontaminasi Radioaktif Telah Kembali ke RI

Hanif menyebut kementeriannya akan membasmi cengkeh yang terpapar radioaktif tersebut pada Januari 2026 mendatang.

13,5 Ton Cengkeh Terkontaminasi Radioaktif Telah Kembali ke RI
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan usai rapat koordinasi penanganan kerawanan bahaya radiasi cemaran Cesium-137 di Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol, melaporkan sebanyak 13,5 ton cengkeh yang terpapar radioaktif Cesium-137 telah kembali ke Tanah Air. Cengkeh yang terkontaminasi itu berasal dari pengiriman Surabaya, Jawa Timur, untuk diimpor ke Amerika Serikat (AS).

“Kemudian hari ini cengkeh tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton. Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan,” kata Hanif dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Hanif menyebut kementeriannya akan membasmi cengkeh yang terpapar radioaktif tersebut pada Januari 2026 mendatang. Lalu, dia mengatakan penanganan cengkeh terkontaminasi itu dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cs-137, baik dari asal cengkeh itu, di Lampung, serta lokasi pengiriman di Surabaya.

“Penanganan kontaminasi di Lampung, Surabaya, telah teridentifikasi, terkait tercemarnya cengkeh yang berasal dari pengiriman Surabaya. Selanjutnya kami lakukan penelusuran lebih lanjut,” jelas dia.

Namun, Hanif mengaku kementeriannya tak menemukan sumber pencemaran radiasi di Lampung. Lanjutnya, paparan radioaktif justru ditemukan di wilayah perkuburan yang telah dilakukan dekontaminasi.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia mengonfirmasi temuan kontaminasi radioaktif cesium-137 pada produk cengkeh yang berasal dari sebuah perkebunan di Lampung.

Temuan ini berawal dari laporan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) yang mendeteksi cemaran serupa dengan produk udang pada cengkeh ekspor asal Indonesia.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyatakan bahwa verifikasi lapangan telah dilakukan oleh Satgas di tiga lokasi, yaitu Surabaya, Pati, Jawa Tengah, dan Lampung.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa lokasi pengolahan cengkeh di Surabaya memperoleh bahan baku dari Pati dan Lampung, dan dari kedua sumber itu, Lampung dipastikan sebagai titik paparan Cs-137.

"Kami bisa mengonfirmasi bahwa ditemukan kontaminasi di perkebunan di Lampung. Kontaminasi tersebut ditemukan dalam jumlah terbatas dan tidak meluas ke wilayah atau komoditas lainnya," kata Bara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (13/10/2025).

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty