Menuju konten utama

120 Kloter Telah Pulang ke Tanah Air, Menhaj Ingatkan Pelayanan

Selain evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirulhaj 2026 sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji.

120 Kloter Telah Pulang ke Tanah Air, Menhaj Ingatkan Pelayanan
Amirulhaj 2026 cum Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. Kemenhaj.

tirto.id - Puncak haji memang sudah berakhir, tapi pelayanan terhadap jemaah haji yang masih ada di Tanah Suci tidak boleh kendor. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) saat ini fokus pada fase pemulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air serta pendorongan jemaah gelombang kedua ke Madinah.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan, berakhirnya puncak haji tidak berarti tugas pelayanan kepada jemaah selesai. Saat ini, fokus Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan seluruh proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.

"Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan," kata Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan, fase pemulangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Kemudian, kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026.

"Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar," kata Gus Irfan.

Menhaj mengapresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Ia menilai dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik.

Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirulhaj 2026 sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas.

Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca Armuzna, penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah.

Tim Amirulhaj juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas antara PPIH kloter maupun nonKloter. Menurut Gus Irfan, hasil evaluasi menunjukkan Petugas Haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa layanan yang lebih baik. Karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan ke depan.

Di bidang kesehatan, Tim Amirulhaj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istitha'ah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan. Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

"Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," kata dia.

Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Menhaj mengungkapkan bahwa Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menyampaikan terima kasih kepada Media Center Haji (MCH) yang selama operasional haji telah menghadirkan informasi yang cepat, mudah dipahami, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Tanah Air.

"Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," kata Gus Irfan.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher