tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan rencana pemberdayaan keluarga miskin penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk ikut mengelola koperasi desa. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menugaskan mereka menjaga toko di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa ke depan berbagai bantuan pemerintah seperti beras 10 kilogram hingga bantuan tunai akan disalurkan melalui koperasi desa.
Pasokan dari pusat dikirim ke Kopdes, lalu koperasi yang menyalurkan langsung kepada warga setempat agar tepat sasaran.
"Jangan sampai yang dapat beras itu nanti yang kaya, yang miskin nggak dapat. Nah koperasi di situ, itu paling tahu. Karena warganya semua ada di situ," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, penyaluran PKH dan bantuan lainnya juga akan dilakukan melalui koperasi desa. Karena itu, Agrinas Pangan akan segera berkolaborasi dengan Kementerian Sosial. Penerima manfaat PKH yang tergolong keluarga miskin akan coba ditarik untuk membantu operasional koperasi desa.
"Itu akan coba ditarik untuk membantu koperasi desa. Apakah jadi jaga toko, atau apa-apa nanti akan dipikirkan sampai ke sana," ucapnya.
Selain memberdayakan keluarga miskin, Zulhas juga memastikan Kopdes akan bermitra dengan berbagai pihak seperti PLN untuk kelistrikan, Bulog untuk menyerap hasil panen, serta Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan pemerintah. Bahkan bantuan dari Kementerian Pertanian pun akan difasilitasi melalui koperasi desa.
Dengan skema ini, manfaat koperasi desa diharapkan mulai terasa publik setelah seluruh target 30.000 Kopdes rampung pada 30 Juli 2026.
"Sekarang memang belum selesai. Maka kami tiap minggu akan rapat terus untuk menyelesaikan ini," imbuhnya.
Lebih jauh, Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes bersama dengan Bulog nantinya akan bertindak sebagai offtaker untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani. Utamanya untuk menyerap harga gabah dan jagung jika jatuh di bawah harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Jadi nanti kooperasi bersama dengan Bulog kalau ada harga gabah, harga jagung, di bawah harga pemerintah, maka kooperasi yang akan membeli,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































