tirto.id - Warga yang tinggal di sekitar tempat tinggal Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem non-aktif, Ahmad Sahroni, mengalami trauma. Ketua RW 04, Indrato, mengakui bahwa warga saat ini bersiaga untuk mencegah kejadian penjarahan rumah Sahroni di Jalan Swasembada Timur RT 06/RW 04, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara kembali terulang. Namun, Indrato menilai, hal yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar pencegahan, melainkan juga membutuhkan rehabilitasi trauma warga sekitar usai kejadian penjarahan.
"Perlu diketahui pasca kejadian (penjarahan) para warga mengalami trauma. Kami saat ini sedang berfokus mengobati trauma pasca kejadian tersebut," kata Indrato, Selasa (2/9/2025).
Dia menerangkan, ada ratusan orang tak dikenal yang datang ke rumah Sahroni pada saat kejadian penjarahan. Mereka berupaya masuk dan menjebol pertahanan warga yang sudah berupaya membendung.
"Kami sudah berupaya membendung, tapi jumlah kami kalah dengan massa yang datang," jelasnya.
Indrato menjamin tak ada warganya yang menjadi pelaku penjarahan. Ia, yang hadir di lokasi, mengingatkan kepada warganya untuk jangan terlibat atau hanya sekedar ikut-ikutan mengambil barang milik Sahroni tersebut.
"Saya selalu mengingatkan kepada warga yang saya kenal, jangan ikut-ikutan, jangan ngambil barang, mundur, tapi yang saya temukan sebagian besar bukan warga saya," ungkapnya.
Sayangnya, Indrato mengaku beberapa warga terseret kasus hukum lantaran memungut benda yang tercecer di sekitar usai aksi penjarahan rumah Sahroni. Tidak sedikit warga memungut benda-benda tersebut tanpa mengetahui bahwa barang itu adalah hasil penjarahan kediaman Sahroni.
"Pasca penjarahan ada banyak barang bercecer di sekitar rumah warga yang tidak jelas punya siapa, ini jadi masalah baru," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada warganya untuk segera mengembalikan barang-barang tersebut. Indrato khawatir jika barang-barang haram tersebut membuat warganya harus masuk jeruji bui.
"Buat warga yang ikut mengambil atau menjarah barang-barang milik Haji Ahmad Sahroni mohon untuk dikembalikan agar tidak tersangkut kasus hukum, terima kasih," jelasnya.
Indrato menambahkan bahwa penutupan palang menuju akses rumah Sahroni akan diberlakukan tanpa ada batas waktu yang ditentukan. Dirinya menekankan bahwa warganya ingin menjaga kedamaian dan memulihkan upaya rehabilitasi pasca penjarahan.
"Kami ingin fokus pada upaya rehabilitasi warga yang trauma pasca penjarahan, jadi kami tidak ingin sembarang orang bisa masuk dengan bebas," ujarnya.
Mengenai penjagaan keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah rumah Sahroni, Tirto telah mengonfirmasi hal tersebut kepada Kasi Humas Polres Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, namun belum ada balasan atas pesan yang dikirimkan.
Rumah Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, menjadi sasaran amuk massa dan dijarah, Sabtu (30/8/2025). Sebelum penjarahan, warga berunjuk rasa terkait pernyataan Sahroni yang menyatakan wacana pembubaran DPR sebagai tindakan bodoh.
Warga yang sebelumnya hanya berunjuk rasa berubah menjadi anarkis dengan memasuki kediaman Sahroni yang tidak berada di rumah. Rumah politikus Partai Nasdem itu pun dijarah oleh pedemo. Beberapa barang berharga Sahroni seperti koleksi mainan Iron Man, mobil Tesla, perabot seperti kursi, meja, lemari, dan barang pribadi dijarah. Situasi berhasil terkendali setelah para pedemo meninggalkan lokasi pukul 20.45 WIB.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































